Program Kuliah Gratis Erzaldi: Menciptakan Lapangan Kerja dan Kemandirian Desa

- Penulis Berita

Sabtu, 9 November 2024 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangkalpinang – Rosman Djohan Institut terus menggalakkan program kuliah gratis bagi generasi muda di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sebagai upaya menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkualitas. Program ini bertujuan agar putra daerah dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk mengembangkan potensi wilayah mereka masing-masing.

Hal ini disampaikan oleh Calon Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, saat berbicara kepada media pada Sabtu (09/11/2024). Menurutnya, program ini melibatkan mahasiswa untuk terjun langsung ke desa-desa, memaksimalkan potensi ekonomi lokal, dan memfasilitasi pengembangan produk unggulan daerah. “Dengan konsep ini, perkembangan ekonomi desa akan lebih cepat dan terarah,” ujar Erzaldi.

Erzaldi juga menekankan bahwa program kuliah gratis ini memberikan manfaat yang luas, tidak hanya bagi masyarakat desa, tetapi juga bagi perguruan tinggi dan mahasiswa. Bagi desa, program ini membuka peluang untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, serta menciptakan lapangan kerja baru. “Mahasiswa pun mendapatkan pengalaman praktis dan keterampilan profesional, sementara perguruan tinggi berperan nyata dalam pembangunan daerah,” tambahnya.

Langkah Strategis Program Desa

Agar program ini berjalan efektif, Erzaldi telah merancang serangkaian langkah strategis untuk pelaksanaan di lapangan, termasuk:

1. Identifikasi Potensi Desa

Melakukan survei untuk mengidentifikasi produk unggulan desa, seperti kerajinan, hasil pertanian, pariwisata, atau budaya lokal.

Menggunakan analisis SWOT untuk menilai kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan dalam pengembangan produk tersebut.

Baca Juga:  Bea Cukai dan Karantina Sepakat, Dorong Komoditas Ekspor Papua Selatan

2. Pemilihan Mahasiswa

Mahasiswa dipilih berdasarkan kebutuhan desa, misalnya dari jurusan ekonomi, pertanian, pariwisata, atau teknologi informasi. Kombinasi lintas jurusan diharapkan membuat program lebih komprehensif.

3. Pelatihan Mahasiswa

Mahasiswa dibekali pelatihan tentang pengembangan desa, kewirausahaan, pemasaran, dan teknologi. Mereka juga dibimbing untuk memahami budaya lokal demi membangun interaksi yang efektif dengan masyarakat.

4. Implementasi Program

Pendampingan Usaha Lokal: Mahasiswa akan mendampingi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk unggulan desa, seperti mengolah hasil panen atau berinovasi dalam produk kerajinan.

Pelatihan Digitalisasi: Mahasiswa mengedukasi masyarakat tentang pemasaran digital, e-commerce, dan media sosial untuk memperluas pasar produk desa.

Peningkatan Infrastruktur Ekonomi: Mahasiswa akan membantu desa merencanakan pembangunan ekonomi jangka panjang, seperti pembentukan koperasi atau kelompok usaha bersama.

5. Edukasi dan Keberlanjutan

Pendidikan Masyarakat: Mahasiswa memberikan pelatihan untuk meningkatkan efisiensi produksi atau diversifikasi produk.

Penguatan Kelembagaan Desa: Memperkuat peran BUMDes dan lembaga lokal lainnya agar program tetap berjalan setelah mahasiswa selesai bertugas.

6. Monitoring dan Evaluasi

Program dievaluasi secara berkala untuk menilai keberhasilan dan mendokumentasikan proses sebagai acuan program di masa mendatang.

Erzaldi menyatakan, kolaborasi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, dan masyarakat sangat penting untuk mencapai keberhasilan program ini. “Jika sinergi ini terjalin kuat, maka program ini akan menciptakan dampak signifikan yang berkelanjutan bagi Bangka Belitung,” pungkasnya.

(T-APPI)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Penyimpangan Proyek Pendopo Desa Brangkal, Kades Nur Ely Suryani : Belum Bertemu Kasipem
HUT ke-62 Lampung, Pemprov Komitmen Bangun Ekonomi Daerah Berdaulat dan Berdaya Saing
Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH. Ubaidullah Shodaqoh, Tekankan Pentingnya Mahabbah dan Rekonsiliasi.
Dugaan Selisih Anggaran Penggunaan Material Semen Pembangunan Pendopo Desa Brangkal
Pelaku Curat Bawa Kabur Motor Curian, Laka Tunggal Diamankan Polisi di Baradatu
Danrem 043/Gatam Hadir Peringatan Hari Jadi ke-62 Provinsi Lampung
Polisi Bekuk Seorang Pria Asal Buay Bahuga Way Kanan Diduga Edarkan Sabu
Danrem 043/Gatam dan Gubernur Lampung Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H Pererat Silaturahmi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Penyimpangan Proyek Pendopo Desa Brangkal, Kades Nur Ely Suryani : Belum Bertemu Kasipem

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:26 WIB

HUT ke-62 Lampung, Pemprov Komitmen Bangun Ekonomi Daerah Berdaulat dan Berdaya Saing

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:07 WIB

Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH. Ubaidullah Shodaqoh, Tekankan Pentingnya Mahabbah dan Rekonsiliasi.

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:11 WIB

Dugaan Selisih Anggaran Penggunaan Material Semen Pembangunan Pendopo Desa Brangkal

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:26 WIB

Pelaku Curat Bawa Kabur Motor Curian, Laka Tunggal Diamankan Polisi di Baradatu

Berita Terbaru