Pesta Perlombaan Syawalan, Kirab Kerbau Bule Mencuri Perhatian Warga

- Penulis Berita

Jumat, 27 Maret 2026 - 20:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEPARA,Buktipetunjuk.id Tradisi Pesta Lomban Syawalan di Kabupaten Jepara tahun 2026 berlangsung semakin semarak dan penuh daya tarik. Kirab kerbau bule yang diarak sejauh lebih dari 1 kilometer sukses menjadi magnet baru yang menyedot perhatian ribuan warga, Jum’at (27/3/2026).

Kirab dimulai dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jobokuto menuju Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di kawasan Rusunawa Jepara. Sepanjang rute, masyarakat berjubel menyaksikan iring-iringan yang didominasi nuansa putih dari kerbau bule yang tampak gagah dan memukau.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar, Sekda Ary Bachtiar, serta jajaran Forkopimda yang turut berbaur bersama masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan.

Antusiasme warga terlihat luar biasa. Sejak pagi hari, masyarakat sudah memadati sepanjang jalur kirab, bahkan rela menunggu berjam-jam demi menyaksikan langsung keunikan kerbau bule yang baru pertama kali dihadirkan dalam tradisi Lomban.

Salah satu warga, Retno (40), mengaku terkesan dengan penampilan kerbau tersebut.

“Sudah nunggu dari pagi. Ternyata kerbaunya besar, gagah, dan berbeda dari biasanya. Semoga membawa berkah,” ujarnya.

Bupati Jepara, Mas Wiwit, menegaskan bahwa kirab ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan simbol kuat identitas budaya masyarakat pesisir Jepara yang harus terus dijaga.

Baca Juga:  VLLC Berbagi Sembako di Ponpes dan Panti Asuhan Raudlatul Jannah Natar

“Kirab Kerbau Pesta Lomban ini sarat makna. Ini bukan hanya arak-arakan, tetapi bagian dari warisan budaya yang mencerminkan rasa syukur masyarakat atas hasil laut,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, kehadiran kerbau bule tahun ini menjadi simbol semangat baru bagi masyarakat Jepara. Selain itu, kirab ini juga menjadi bentuk transparansi kepada masyarakat bahwa prosesi pelarungan dilakukan secara utuh, bukan sekadar simbolis.

Setelah sempat vakum sejak 2019, kembalinya kirab kerbau pada tahun 2026 menjadi bukti kuat bahwa semangat masyarakat Jepara dalam “nguri-uri budaya” tidak pernah padam.

Pemerintah Kabupaten Jepara pun berkomitmen untuk terus mengembangkan tradisi Lomban agar tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Tradisi ini adalah wujud syukur dan doa untuk keselamatan nelayan. Mari kita jaga bersama agar tetap lestari dan membawa manfaat bagi generasi mendatang,” pungkas Bupati.

Dengan kemunculan kerbau bule sebagai ikon baru, Pesta Lomban Syawalan Jepara 2026 tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga simbol kebangkitan tradisi yang semakin hidup, menarik, dan membanggakan.(Muh/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Penyimpangan Proyek Pendopo Desa Brangkal, Kades Nur Ely Suryani : Belum Bertemu Kasipem
HUT ke-62 Lampung, Pemprov Komitmen Bangun Ekonomi Daerah Berdaulat dan Berdaya Saing
Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH. Ubaidullah Shodaqoh, Tekankan Pentingnya Mahabbah dan Rekonsiliasi.
Dugaan Selisih Anggaran Penggunaan Material Semen Pembangunan Pendopo Desa Brangkal
Pelaku Curat Bawa Kabur Motor Curian, Laka Tunggal Diamankan Polisi di Baradatu
Danrem 043/Gatam Hadir Peringatan Hari Jadi ke-62 Provinsi Lampung
Polisi Bekuk Seorang Pria Asal Buay Bahuga Way Kanan Diduga Edarkan Sabu
Danrem 043/Gatam dan Gubernur Lampung Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H Pererat Silaturahmi
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Penyimpangan Proyek Pendopo Desa Brangkal, Kades Nur Ely Suryani : Belum Bertemu Kasipem

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:26 WIB

HUT ke-62 Lampung, Pemprov Komitmen Bangun Ekonomi Daerah Berdaulat dan Berdaya Saing

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:07 WIB

Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH. Ubaidullah Shodaqoh, Tekankan Pentingnya Mahabbah dan Rekonsiliasi.

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:11 WIB

Dugaan Selisih Anggaran Penggunaan Material Semen Pembangunan Pendopo Desa Brangkal

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:26 WIB

Pelaku Curat Bawa Kabur Motor Curian, Laka Tunggal Diamankan Polisi di Baradatu

Berita Terbaru