Ciptakan Karya Novel Siswa MAN 1 Bandar Lampung Dengan Judul Satu Raga Satu Bunga 

- Penulis Berita

Rabu, 17 September 2025 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung,Buktipetunjuk.idKarya Novel dengan judul Satu Raga Satu Bunga karya kolaborasi siswa MAN 1 Bandar Lampung, Zulfa Auliya Rahmah dan Muhammad Fazlee Mawla, mengisahkan perjalanan dua remaja, Adiwianu Raga dan Ayara Roseana.

Dalam kisah keduanya menceritakan pertemuan dua remaja secara tak sengaja di sebuah kereta. Pertemuan ini menjadi awal cerita penuh dinamika antara logika dan perasaan.

Tokoh utama laki-laki, Adiwidia Nuraga, digambarkan sebagai sosok yang rasional, logis, dan kerap sulit dipahami orang lain.

Sementara tokoh perempuan, Ayara Roseanna atau Rose, hadir dengan kepekaan dan sudut pandang berbeda yang justru mampu menyeimbangkan cara pandang Raga.

Momen pertemuan mereka terjadi di dalam kereta, ketika sebuah berita di layar memancing diskusi serius.

Raga berkomentar dengan logika tajamnya, dan secara mengejutkan Rose menanggapi dengan sudut pandang berbeda namun masuk akal.

Dari situlah keduanya mulai terhubung, meski awalnya tak saling mengenal.

Novel ini tidak hanya menghadirkan kisah romansa, tetapi juga sentuhan aksi dan konflik yang menegangkan. Hubungan Raga dan Rose diuji oleh perbedaan karakter, masalah pribadi, serta tantangan hidup yang mereka hadapi.

Baca Juga:  Tersulut Api Cemburu, Seorang Wanita Tega Sayat Kelamin Kekasihnya Nyaris Putus

Beberapa adegan menggambarkan pergulatan batin Raga yang logis dengan Rose yang penuh rasa, menghadirkan dinamika unik di sepanjang cerita.

Selain itu, penulis menyelipkan pesan tentang pentingnya memahami orang lain dari sudut pandang berbeda, serta bagaimana cinta dan persahabatan mampu tumbuh di tengah perbedaan.

Dengan 23 bab dan sekitar 470 halaman, Satu Raga Satu Bunga menghadirkan kisah yang mengalir, penuh kejutan, sekaligus menyentuh hati pembacanya.

Novel ini menjadi cerminan bahwa setiap pertemuan tak pernah benar-benar kebetulan, selalu ada makna di baliknya.

Diberitakan sebelumnya, butuh satu tahun penuh bagi dua siswa MAN 1 Bandar Lampung, Zulfa Auliya Rahmah dan Muhammad Fazlee Mawla, menuntaskan novel kolaborasi mereka berjudul Satu Raga Satu Bunga.

Karya setebal lebih dari 470 halaman ini lahir dari tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia, namun berkembang menjadi sebuah pengalaman berharga yang penuh perjuangan, diskusi, dan kreativitas.(*)

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Seputih Banyak Serahkan 36  Kendaraan Titipan Pemudik Lebaran 1447 H
Kadis Kominfo Lambar Luruskan Isu Beredar Larangan Kendaraan Plat Luar Daerah Parkir di Lingkungan Pemda
Dugaan Penyimpangan Proyek Pendopo Desa Brangkal, Kades Nur Ely Suryani : Belum Bertemu Kasipem
HUT ke-62 Lampung, Pemprov Komitmen Bangun Ekonomi Daerah Berdaulat dan Berdaya Saing
Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH. Ubaidullah Shodaqoh, Tekankan Pentingnya Mahabbah dan Rekonsiliasi.
Dugaan Selisih Anggaran Penggunaan Material Semen Pembangunan Pendopo Desa Brangkal
Pelaku Curat Bawa Kabur Motor Curian, Laka Tunggal Diamankan Polisi di Baradatu
Danrem 043/Gatam Hadir Peringatan Hari Jadi ke-62 Provinsi Lampung
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 11:00 WIB

Polsek Seputih Banyak Serahkan 36  Kendaraan Titipan Pemudik Lebaran 1447 H

Rabu, 1 April 2026 - 10:40 WIB

Kadis Kominfo Lambar Luruskan Isu Beredar Larangan Kendaraan Plat Luar Daerah Parkir di Lingkungan Pemda

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Penyimpangan Proyek Pendopo Desa Brangkal, Kades Nur Ely Suryani : Belum Bertemu Kasipem

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:26 WIB

HUT ke-62 Lampung, Pemprov Komitmen Bangun Ekonomi Daerah Berdaulat dan Berdaya Saing

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:07 WIB

Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH. Ubaidullah Shodaqoh, Tekankan Pentingnya Mahabbah dan Rekonsiliasi.

Berita Terbaru