Metro Lampung,Buktipetunjuk.id –
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Metro menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Metro menggelar diskusi strategis untuk memperkuat sinergitas antar-lembaga. Kegiatan ini digelar pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Peran Pers dalam Pengawasan Partisipatif
Dalam diskusi tersebut, kedua lembaga membahas peran strategis media dalam pengawasan partisipatif pemilu. Ketua Bawaslu Kota Metro menekankan bahwa pers bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga mitra kritis dalam mencegah pelanggaran pemilu, terutama hoaks dan politisasi SARA.
Ketua PWI Kota Metro Rino Panduwinata menyatakan kesiapan insan pers untuk mengawal demokrasi melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang.
“Sinergi ini penting agar publik mendapat informasi benar dan Bawaslu mendapat masukan dari lapangan,” ujarnya.
Komitmen Bersama: Tangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian
Diskusi menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat literasi kepemiluan di masyarakat.
Bawaslu dan PWI sepakat membentuk kanal komunikasi cepat guna menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran yang muncul dari pemberitaan maupun aduan warga.
Langkah ini diambil untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat menjelang tahapan krusial Pemilu 2029. Kedua pihak juga mendorong jurnalis untuk memahami regulasi pemilu agar pemberitaan tidak melanggar ketentuan kampanye.
Target: Pengawasan Pemilu Lebih Kolaboratif
Bawaslu Kota Metro menyebut kolaborasi dengan PWI merupakan bagian dari strategi pengawasan partisipatif. Dengan melibatkan media, Bawaslu berharap deteksi dini pelanggaran bisa lebih cepat dan akurat.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman informal tentang pertukaran data dan pelatihan bersama bagi pengawas pemilu dan wartawan di Kota Metro. (*)
Editor: Redaksi









