ASDP dan Nafas Panjang Maritim Indonesia

- Penulis Berita

Selasa, 29 Juli 2025 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menjaga Warisan Laut, Menyulam Budaya Bahari Nusantara

Jakarta,Buktipetunjuk.id —Di negara kepulauan seperti Indonesia, laut bukan sekadar pemisah daratan, melainkan penghubung kehidupan. Dari Sabang sampai Merauke, lebih dari 17.000 pulau saling terikat oleh laut sebagai nadi utama transportasi, perdagangan, hingga budaya. Di tengah derasnya arus globalisasi dan urbanisasi, peran PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kian krusial dalam menjaga keterhubungan tersebut. Selasa 29 Juli 2025

Laut, dalam narasi kebudayaan Indonesia, adalah ruang hidup. Seperti dalam cerita rakyat suku Bajo yang menganggap laut sebagai rumah roh nenek moyang, hingga nyanyian nelayan Bugis saat melaut di Sulawesi. Budaya bahari adalah identitas. Namun kini, warisan tersebut menghadapi tantangan besar.

ASDP sebagai Penghubung Kehidupan

ASDP saat ini mengoperasikan lebih dari 280 lintasan penyeberangan aktif yang menjangkau wilayah-wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Data Kementerian Perhubungan RI tahun 2023 mencatat bahwa sekitar 45% transportasi antar pulau di kawasan Indonesia Timur menggunakan jalur ASDP.

“Feri bukan sekadar alat transportasi, melainkan urat nadi distribusi harapan,” ujar Dr. Rini Hartono, peneliti transportasi maritim dari Universitas Hasanuddin.

Di balik angka itu, tersembunyi kisah warga desa yang mengangkut hasil bumi, siswa yang menyeberang demi pendidikan, dan tenaga medis yang membawa layanan kesehatan ke pulau-pulau terpencil.

INFOGRAFIS: Ekosistem Maritim Indonesia

📍 Jumlah Pulau: 17.504
🌊 Garis Pantai: 99.093 km
⛴️ Lintasan ASDP: 280+ lintasan
🌐 Luas Lautan: 70% wilayah Indonesia
🏘️ Wilayah Pesisir: 1 dari 3 desa berada di wilayah pesisir.

Cerita dari Dermaga dan Rakyat Laut

Di Desa Waiwerang, Adonara (Flores Timur), warga menyebut hari kedatangan feri sebagai “hari hidup”. Pasar menjadi hidup, keluarga berkumpul, dan cerita dari kota dibawa pulang.

“Kami biasa bawa hasil panen kopi, kemiri, kelapa. Nanti kami pulang bawa kebutuhan dapur dan cerita dari kota,” ungkap Mama Yovita, warga setempat.

Sementara di pesisir selatan Sumba, legenda Ombak Emas masih hidup. Masyarakat percaya ombak besar yang datang menjelang panen adalah pesan dari leluhur, sebagai pertanda hasil laut melimpah. Ritual Hama Yang dilaksanakan untuk menyanyikan pujian bagi laut, mengingatkan kita bahwa laut bukan hanya memberi makan, tetapi juga makna hidup.

Baca Juga:  IWAPI Kota Depok Gelar Rakercab II, Bersinergi Wujudkan Visi Maju Bersama 

Menghidupkan Kembali Edukasi Maritim

Menurut Survei LIPI tahun 2020, 60% generasi muda Indonesia tidak mengetahui lebih dari dua budaya bahari di daerahnya. Padahal, memahami laut adalah memahami jati diri bangsa.

Apa itu budaya maritim dan kenapa penting?

1. 🌊 Identitas Bangsa: Kerajaan Sriwijaya, Majapahit, hingga Bugis-Makassar tumbuh karena laut.

2. 🍽️ Ketahanan Pangan: Laut menyumbang protein, garam, dan potensi energi.

3. 🤝 Konektivitas Sosial: Laut menyatukan antar pulau dan memperkuat simpul sosial.

4. 🌐 Kepemimpinan Global: Indonesia bisa menjadi poros maritim dunia jika SDM paham laut.

ASDP: Menjaga Tradisi, Merawat Masa Depan

Melalui berbagai program tanggung jawab sosial (CSR), ASDP mulai menumbuhkan kembali semangat bahari:

Di Maluku, ASDP mendukung edukasi bahari berbasis komunitas lokal.

Di Sulawesi Selatan, ASDP membantu revitalisasi dermaga tradisional sebagai ruang budaya.

Di sektor bisnis, ASDP melakukan transformasi digital dan mulai melirik energi terbarukan dan kecerdasan buatan (AI) dalam operasional pelabuhan dan kapal.

Epilog: Laut Adalah Kita

Jika laut adalah ruang hidup, maka ASDP adalah denyut nadinya. Di antara ombak dan gelombang yang terus bergulung, ASDP hadir menjaga tradisi, menyambung harapan, dan menyulam masa depan Indonesia yang inklusif dan bahari.

Dengan memuliakan laut, kita sedang memuliakan akar budaya kita sendiri. Karena dari lautlah kita datang, dan kepada laut jugalah kita akan kembali berpulang.

Sumber Data:

Kementerian Perhubungan RI (2023)

Survei LIPI (2020): Persepsi Generasi Muda terhadap Budaya Bahari

Wawancara lapangan dengan warga Adonara dan Sumba (2024–2025)

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Profil Perusahaan dan Program CSR. (Fandi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ratusan Siswa SMAN 1 Dukun Padati Pemutaran Film “Good Morning Tomorrow”, Dorong Lahirnya Penjaga Bengawan Solo
Polres Tanggamus Tangkap Tiga Terduga Penadah Motor Curian
Polres Kepahiang Siapkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kriminalitas Triwulan III Naik 69 Persen.
Warga Resah, Tambang Emas Ilegal di Belakang Perumahan BTN Merangin: 5 Mesin Donfeng Beroperasi Siang-Malam
Bersinergi, Kapolres Jombang Jalin Silaturahmi dengan Bupati
Rumah di KPAD Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online, 11 Sipil Diamankan 
Perkuat Silaturahmi, Kapolres Jombang Sambangi Ponpes Mambaul Ma’arif Denanyar
Diduga Selewengkan Retribusi Rp140 Juta, Puskesmas Tambang Emas Disorot BPK
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Ratusan Siswa SMAN 1 Dukun Padati Pemutaran Film “Good Morning Tomorrow”, Dorong Lahirnya Penjaga Bengawan Solo

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Polres Tanggamus Tangkap Tiga Terduga Penadah Motor Curian

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Polres Kepahiang Siapkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kriminalitas Triwulan III Naik 69 Persen.

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Warga Resah, Tambang Emas Ilegal di Belakang Perumahan BTN Merangin: 5 Mesin Donfeng Beroperasi Siang-Malam

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Bersinergi, Kapolres Jombang Jalin Silaturahmi dengan Bupati

Berita Terbaru