Erzaldi Rosman Dorong Perlindungan Lahan Pertanian Desa Rias dari Ancaman Limbah Tambak Udang

- Penulis Berita

Selasa, 15 Oktober 2024 - 06:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TOBOALI — Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan, dikenal sebagai salah satu daerah di Bangka Belitung dengan tingkat kesuburan tanah yang tinggi, menjadikannya pusat produksi padi yang signifikan. Berkat tanah subur dan keterampilan masyarakatnya dalam bertani, desa ini kini menjadi lumbung pangan terbesar di Bangka Belitung.

Namun, keberlanjutan sektor pertanian di Desa Rias kini menghadapi ancaman serius. Dalam kunjungannya pada Minggu (13/10/2024), calon Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan, menyoroti pentingnya menjaga kelestarian pertanian desa ini.

“Desa Rias memiliki sejarah panjang sebagai pusat ketahanan pangan di Bangka Belitung. Jika ada keluhan dari petani, harus segera diatasi. Desa ini adalah sumber pangan utama provinsi,” ujar Erzaldi dalam pertemuannya dengan para petani setempat.

Erzaldi menegaskan agar tidak ada lagi izin tambak udang yang diberikan di kawasan Desa Rias. Menurutnya, limbah tambak udang berpotensi mencemari lahan pertanian dan merusak ekosistem sawah yang menjadi sumber pangan utama desa tersebut. Ia juga mengimbau wakil rakyat dari Gerindra di wilayah tersebut, termasuk Ali Muzakir, untuk memantau dan memastikan bahwa perizinan tambak udang tidak diberikan di area pertanian.

Baca Juga:  Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Lantik 18 Pejabat Administrator dan Pengawas

“Limbah dari tambak udang sangat berbahaya bagi lingkungan. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah ini bisa berubah menjadi hama dan merusak produktivitas sawah,” jelas Erzaldi.

Lebih lanjut, Erzaldi menekankan bahwa seluruh keluhan petani harus segera ditindaklanjuti sesuai arahan Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa melindungi ketahanan pangan harus menjadi prioritas bersama.

“Pak Prabowo sudah menginstruksikan agar keluhan petani tidak boleh diabaikan. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab kita semua,” ungkapnya.

Dukungan yang disampaikan Erzaldi disambut antusias oleh para petani Desa Rias. Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait dapat lebih tegas dalam melindungi lahan pertanian dari pencemaran limbah tambak udang, sehingga Desa Rias dapat terus menjadi lumbung pangan yang menopang kebutuhan Bangka Belitung secaraberkelanjutan.

(T-APPI)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Penyimpangan Proyek Pendopo Desa Brangkal, Kades Nur Ely Suryani : Belum Bertemu Kasipem
HUT ke-62 Lampung, Pemprov Komitmen Bangun Ekonomi Daerah Berdaulat dan Berdaya Saing
Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH. Ubaidullah Shodaqoh, Tekankan Pentingnya Mahabbah dan Rekonsiliasi.
Dugaan Selisih Anggaran Penggunaan Material Semen Pembangunan Pendopo Desa Brangkal
Pelaku Curat Bawa Kabur Motor Curian, Laka Tunggal Diamankan Polisi di Baradatu
Danrem 043/Gatam Hadir Peringatan Hari Jadi ke-62 Provinsi Lampung
Polisi Bekuk Seorang Pria Asal Buay Bahuga Way Kanan Diduga Edarkan Sabu
Danrem 043/Gatam dan Gubernur Lampung Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H Pererat Silaturahmi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Penyimpangan Proyek Pendopo Desa Brangkal, Kades Nur Ely Suryani : Belum Bertemu Kasipem

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:26 WIB

HUT ke-62 Lampung, Pemprov Komitmen Bangun Ekonomi Daerah Berdaulat dan Berdaya Saing

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:07 WIB

Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH. Ubaidullah Shodaqoh, Tekankan Pentingnya Mahabbah dan Rekonsiliasi.

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:11 WIB

Dugaan Selisih Anggaran Penggunaan Material Semen Pembangunan Pendopo Desa Brangkal

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:26 WIB

Pelaku Curat Bawa Kabur Motor Curian, Laka Tunggal Diamankan Polisi di Baradatu

Berita Terbaru