JAMBI,Buktipetunjuk.id –
Sejumlah kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi terus bergulir dalam beberapa tahun terakhir. Aparat penegak hukum mengungkap kerugian negara hingga puluhan miliar rupiah dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah.
Salah satu perkara yang disidik Polda Jambi adalah dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus Pendidikan pada Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.
Polisi menyebut kerugian negara mencapai puluhan miliar rupiah. Beberapa pejabat di lingkungan Pemprov Jambi telah ditahan terkait kasus tersebut.
Kini, sorotan publik mengarah ke Kabupaten Merangin. Kasus dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Merangin sudah memasuki tahap penyidikan.
Penggeledahan telah dilakukan. Informasi yang beredar menyebut sejumlah orang telah berstatus tersangka, namun Kejaksaan Tinggi Jambi belum mengumumkan penetapan secara resmi.
Pengacara di Jambi, AZ, meminta Kejati Jambi segera memberi kepastian hukum. “Jangan diulur-ulur lagi. Segera tetapkan tersangkanya. Kepercayaan masyarakat kepada penegak hukum jangan sampai pudar karena kasus yang buktinya sudah jelas,” ujarnya, Senin, 21 September 2026.
Tempo telah menghubungi Kejaksaan Tinggi Jambi untuk meminta konfirmasi terkait perkembangan penyidikan dan status tersangka. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Kejati Jambi.
Di sisi lain, desakan dari masyarakat sipil menguat. Seorang ketua organisasi kemasyarakatan di Merangin yang meminta namanya tidak disebut mengatakan pihaknya bersama empat pimpinan ormas lain telah bersepakat.
“Jika akhir tahun ini belum ada kejelasan, kami akan turun ke jalan dan menyampaikan orasi di depan Kejati Jambi,” katanya.
Kasus ini menjadi ujian bagi aparat penegak hukum di Jambi untuk menuntaskan perkara korupsi dengan transparan dan akuntabel.
Reporter: Rudianto









