Warga Kotanopan Diduga Bakar Alat Berat Tambang Ilegal, Satgas PETI Madina Dikritik

- Penulis Berita

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Sumut Didesak Turun Tangan

Panyabungan,Buktipetunjuk.id —

Kemarahan warga Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal, Sumatra Utara, terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) memuncak. Sebuah alat berat jenis ekskavator yang diduga beroperasi di lokasi PETI Jambur Tarutung dibakar massa, pekan lalu. Rekaman video peristiwa itu kini beredar luas di media sosial.

Informasi yang dihimpun Buktipetunjuk.id menyebut, pembakaran terjadi setelah warga dan jamaah Masjid Al-Muhtadin Jambur Tarutung berulang kali memprotes aktivitas tambang. Ekskavator itu diduga beroperasi hanya 15 meter di belakang masjid, melanggar kesepakatan batas minimal 40 meter dari rumah ibadah.

“Suara mesin mengganggu ibadah. Kami khawatir struktur masjid rusak. Selasa kemarin kami sudah protes keras, tapi diabaikan. Aparat juga terkesan tutup mata,” kata seorang warga yang menolak disebut namanya, Minggu, 4 Oktober 2026.

Satgas PETI Dipertanyakan

Insiden pembakaran memicu kritik terhadap Satuan Tugas PETI Kabupaten Mandailing Natal. Aktivitas tambang ilegal itu disebut berlangsung tak jauh dari Kantor Camat, Polsek, hingga Koramil Kotanopan.

Sekretaris Forum Kajian Lingkungan dan Study Kerakyatan (KLIK SK), Arief Azka Batubara, menilai pengawasan di lapangan lemah.

“Tidak masuk akal tambang ilegal skala besar beroperasi terang-terangan dekat fasilitas pemerintah dan aparat, tapi tidak diketahui,” ujarnya kepada Buktipetunjuk.id

Arief meminta pemerintah daerah dan penegak hukum mencegah konflik horizontal. Ia khawatir warga makin kehilangan kepercayaan pada jalur resmi jika penegakan hukum tak berjalan.

Baca Juga:  Kesbangpol Verifikasi Keberadaan Kantor dan Administrasi DPC JMI Kota Metro

Desakan ke Kapolda Sumut

KLIK SK mendesak Kepala Kepolisian Daerah Sumatra Utara Brigjen Pol Sonny Irawan mengambil alih penanganan PETI di Madina. Menurut Arief, langkah itu perlu untuk memastikan proses hukum objektif dan membongkar jaringan di balik tambang ilegal.

“Kami minta Kapolda usut tuntas siapa saja di balik PETI Kotanopan. Proses hukum tanpa pandang bulu jika ada unsur pidana,” kata Arief.

Ia juga menyebut dua inisial, PW dan GD, yang disebut warga terlibat. Namun, ia menegaskan tudingan itu masih perlu diverifikasi aparat.

Polisi Diminta Usut Dua Sisi

Di sisi lain, KLIK SK mengingatkan pembakaran alat berat juga merupakan tindak pidana. Aparat diminta mengusut pelaku dan motifnya, bersamaan dengan penindakan terhadap aktivitas PETI.

Hingga berita ini ditulis, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dan Polres Mandailing Natal belum memberi keterangan resmi. Buktipetunjuk.id masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait.

Redaksi memberi ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Pemkab Madina, Polres Madina, pemilik alat berat, serta pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini, sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Pewarta: Magrifatulloh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Resah, Tambang Emas Ilegal di Belakang Perumahan BTN Merangin: 5 Mesin Donfeng Beroperasi Siang-Malam
Bersinergi, Kapolres Jombang Jalin Silaturahmi dengan Bupati
Rumah di KPAD Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online, 11 Sipil Diamankan 
Perkuat Silaturahmi, Kapolres Jombang Sambangi Ponpes Mambaul Ma’arif Denanyar
Diduga Selewengkan Retribusi Rp140 Juta, Puskesmas Tambang Emas Disorot BPK
Kinerja Kepala Dinas Kominfo Merangin Dikritik: Dinilai Lamban Tangkal Isu Negatif
Pilkades Pulau Rakyat Tua Sempat Ricuh Akibat Warga Pemilik E-KTP Tak Bisa Mencoblos Di TPS
Polres Way Kanan Ungkap Curas Ranmor di 5 Lokasi dan Penyalahgunaan BBM Subsidi
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Warga Resah, Tambang Emas Ilegal di Belakang Perumahan BTN Merangin: 5 Mesin Donfeng Beroperasi Siang-Malam

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Bersinergi, Kapolres Jombang Jalin Silaturahmi dengan Bupati

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Rumah di KPAD Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online, 11 Sipil Diamankan 

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Perkuat Silaturahmi, Kapolres Jombang Sambangi Ponpes Mambaul Ma’arif Denanyar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:15 WIB

Diduga Selewengkan Retribusi Rp140 Juta, Puskesmas Tambang Emas Disorot BPK

Berita Terbaru