Polres Madina Selidiki Video Viral Ekskavator di Lokasi PETI Kotanopan

- Penulis Berita

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mandailing Natal,Buktipetunjuk.id –

Kepolisian Resor (Polres) Mandailing Natal bergerak cepat merespons keresahan masyarakat terkait aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Kotanopan. Langkah ini diambil menyusul viralnya rekaman siaran langsung (live) media sosial yang mempertontonkan secara arogan dan terang-terangan ke khalayak luas terkait operasional alat berat jenis ekskavator di kawasan terlarang tersebut.

Saat dikonfirmasi mengenai video viral dan dugaan identitas keterlibatan oknum pelaku berinisial P yang merupakan anak dari seorang pengusaha lokal tambang illegal Pawang, pihak berwenang menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas temuan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Madina AKP Tri Boy Alvin Siahaan, S.Tr.K, S.I.K, M.H memberikan pernyataan tegas mengenai sikap resmi kepolisian. “Iya bang, akan kami dalami untuk penyelidikan. Terima kasih infonya,” tulis AKP Try Boy kepada pers (23/06/2026) menanggapi tujuh point daftar konfirmasi yang diajukan pers.

Dijelaskan, Satuan Reserse Kriminal Polres Madina juga akan mengidentifikasi dan menindaklanjuti seluruh informasi dan temuan publik mengenai viralnya video eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) di wilayah hukum Kab Madina, khususnya di Kota Nopan dengan aktivitas tambang illegal. “Sedang dalam proses” sebut Kasatreskrim.

Penyelidikan intensif difokuskan pada video viral penggunaan alat berat jenis ekskavator diduga kuat dikemudikan anak dari seorang pengusaha tambang lokal. Sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat yang menilai adanya kesan kebal hukum juga menjadi perhatian serius aparat.

Publik di Kab Madina menunggu gebrakan dari jajaran Kapolres Madina agar bertindak tegas, tidak tebang pilih serta sejalan dengan komitmen penegakan hukum atas aktivitas illegal mining (PETI) yang menjadi atensi khusus dari Kapolri dan Presiden Prabowo

Baca Juga:  Polres Jombang Raih Predikat Pelayanan Prima A dari Kapolri

Menanggapi ini, Ketua Presidium Solidaritas Mahasiswa untuk Penyelamatan Hutan dan Lingkungan Hidup (SIPLAH) Kab Madina Ahmad Rifai Nasution mewanti-wanti Polres Madina agar profesional dan transparan dalam penegakan supremasi hukum tanpa diskriminasi. “Video viral di medsos yang memamerkan arogansi dan tindakan sewenang-wenang dengan aktivitas PETI adalah tindakan pelanggaran hukum secara serius dan kejahatan lingkungan yang harus diseret dengan pasal berlapis di ranah pidana. Kita menuntut polres untuk profesional dan transparan mengusut kasus ini. Jangan ada kesan kebal hukum dan aparat penegak hukum dinilai kalah telak oleh pelaku pelanggar hukum itu sendiri” ujarnya.

Hal senada, Direktur Eksekutif The Madina Green Institute Ridwandy Nasution menegaskan akan mengkawal kasus ini secara tuntas. “Kita berkomitmen mengawal kasus ini sampai tuntas. Kita minta Kapolres Madina jangan terkesan melakukan pembiaran dan melindungi pelaku PETI di video viral tersebut. Pelaku tersebut seharusnya ditangkap dan dipenjarakan untuk memberikan efek jera kepada pelaku PETI. Hali ini penting untuk mengembalikan kepercayaan rakyat kepada Kepolisian.” tegasnya.

Pihaknya juga secara massif telah melakukan konsolidasi dengan beberapa organ aktivis menyikapi hal tersebut, dan berencana dalam waktu dekat akan “menggeruduk” Polres Madina untuk menagih komitmen dan konsistensi Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy, S.I.K., M.Si., dalam penegakan supremasi hukum terkait PETI.
(Magrifatulloh).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Tanggamus Tangkap Tiga Terduga Penadah Motor Curian
Polres Kepahiang Siapkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kriminalitas Triwulan III Naik 69 Persen.
Warga Resah, Tambang Emas Ilegal di Belakang Perumahan BTN Merangin: 5 Mesin Donfeng Beroperasi Siang-Malam
Bersinergi, Kapolres Jombang Jalin Silaturahmi dengan Bupati
Rumah di KPAD Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online, 11 Sipil Diamankan 
Perkuat Silaturahmi, Kapolres Jombang Sambangi Ponpes Mambaul Ma’arif Denanyar
Diduga Selewengkan Retribusi Rp140 Juta, Puskesmas Tambang Emas Disorot BPK
Kinerja Kepala Dinas Kominfo Merangin Dikritik: Dinilai Lamban Tangkal Isu Negatif
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Polres Tanggamus Tangkap Tiga Terduga Penadah Motor Curian

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Polres Kepahiang Siapkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kriminalitas Triwulan III Naik 69 Persen.

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Warga Resah, Tambang Emas Ilegal di Belakang Perumahan BTN Merangin: 5 Mesin Donfeng Beroperasi Siang-Malam

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Bersinergi, Kapolres Jombang Jalin Silaturahmi dengan Bupati

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Rumah di KPAD Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online, 11 Sipil Diamankan 

Berita Terbaru