Kami Juga Warga Negara: Pedagang Bubur Pak Oyon di Ciamis Luput dari Bansos

- Penulis Berita

Senin, 28 September 2026 - 22:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIAMIS,Buktipetunjuk.id –

Kami juga warga negara Indonesia, ingin diperhatikan.” Kalimat itu disampaikan Pak Oyon, 66 tahun, pedagang bubur ayam keliling di Desa Cihaurbeuti, Kecamatan Cihaurbeuti, Ciamis Jawa Barat.

Selama puluhan tahun, ia mendorong gerobak bersama istrinya, Ibu Mamah, demi menyambung hidup. Di usia senja, tenaga sudah tak sekuat dulu, tapi kebutuhan sehari-hari tak bisa ditunda.

Minim Bantuan, Andalkan Solidaritas Warga

Pak Oyon mengaku jarang tersentuh bantuan pemerintah. “Selama puluhan tahun ini, tidak pernah dapat bantuan dari pemerintah. Dulu sekali, sekitar lima tahun yang lalu, pernah dapat beras dua karung, masing-masing 10 kilogram. Itu saja,” ujarnya, kepada Buktipetunjuk.id, Senin, 28 September 2026.

Baru belakangan ia menerima satu karung beras 10 kilogram. Bantuan itu bukan dari program resmi, melainkan hasil inisiatif kepala dusun/lurah. Salah satu keluarga penerima manfaat (KPM) yang seharusnya menerima tiga karung beras, secara sukarela menyisihkan satu karung untuk Pak Oyon lewat ketua RT.

Baca Juga:  Polda Lampung Ungkap 17 Kasus Narkoba Dengan Nominal Capai Rp 235.1 Miliar.

Harapan Penerima Bantuan Tepat Sasaran

Meski bersyukur, Pak Oyon berharap pendataan penerima bantuan sosial lebih akurat. “Harapan saya sederhana saja. Ingin diperhatikan seperti warga yang lain. Kami juga warga negara Indonesia, kami juga punya hak untuk diperhatikan,” katanya.

Kisah Pak Oyon menyoroti potret lansia pekerja sektor informal yang masih luput dari jaring pengaman sosial. Di tengah keterbatasan fisik, ia dan istri memilih tetap mandiri. Baginya, bantuan bukan hanya soal beras atau uang, tapi bentuk kehadiran negara.

Media Buktipetunjuk.id akan menelusuri informasi dari Pak Oyon pedang bubur keliling terkait Bantuan Sosial. Kedepan Buktipetunjuk.id, akan menanyakan kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis soal status Pak Oyon dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Kasus ini menggarisbawahi urgensi pemutakhiran data dan transparansi penyaluran bansos agar tepat sasaran, terutama bagi warga lanjut usia yang rentan.

Pewarta: AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Resah, Tambang Emas Ilegal di Belakang Perumahan BTN Merangin: 5 Mesin Donfeng Beroperasi Siang-Malam
Bersinergi, Kapolres Jombang Jalin Silaturahmi dengan Bupati
Rumah di KPAD Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online, 11 Sipil Diamankan 
Perkuat Silaturahmi, Kapolres Jombang Sambangi Ponpes Mambaul Ma’arif Denanyar
Diduga Selewengkan Retribusi Rp140 Juta, Puskesmas Tambang Emas Disorot BPK
Kinerja Kepala Dinas Kominfo Merangin Dikritik: Dinilai Lamban Tangkal Isu Negatif
Pilkades Pulau Rakyat Tua Sempat Ricuh Akibat Warga Pemilik E-KTP Tak Bisa Mencoblos Di TPS
Polres Way Kanan Ungkap Curas Ranmor di 5 Lokasi dan Penyalahgunaan BBM Subsidi
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Warga Resah, Tambang Emas Ilegal di Belakang Perumahan BTN Merangin: 5 Mesin Donfeng Beroperasi Siang-Malam

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Bersinergi, Kapolres Jombang Jalin Silaturahmi dengan Bupati

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Rumah di KPAD Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online, 11 Sipil Diamankan 

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Perkuat Silaturahmi, Kapolres Jombang Sambangi Ponpes Mambaul Ma’arif Denanyar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:15 WIB

Diduga Selewengkan Retribusi Rp140 Juta, Puskesmas Tambang Emas Disorot BPK

Berita Terbaru