Harga beras di pasaran melambung pedagang susah rakyat menjerit.

- Penulis Berita

Sabtu, 16 September 2023 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta,Buktipetunjuk.idHarga beras di pasaran melambung. Kondisi ini merupakan kondisi terburuk dan record kenaikan harga beras. Akibat kenaikan ini, pedagang pun kelimpungan, dan sulit mendapatkan beras. Jika kondisi ini tidak segera diatasi, dikhawatirkan dapat membuat Indonesia masuk dalam fase darurat beras nasional.

Akademisi Dr. Suriyanto PD, SH, MH, M.Kn mengatakan, terkait impor beras yang akan dilakukan Kementerian Perdagangan, menunjukkan negara mengalami kemunduran di bidang pangan, terutama beras. Artinya, program ketahanan pangan gagal total.

“Setelah rakyat menjerit dan pedagang beras mengalami kesulitan mendapatkan pasokan beras, akhirnya pemerintah mengguyur bantuan beras kepada masyarakat, hal ini baik yang dilakukan pemerintah tetapi kesalahan program ketahanan pangan food estate yang gagal tidaklah harus dibiarkan, ini menjadi tanggung jawab pemerintah dan wakil rakyat.” kata Suriyanto melalui keteragan di Jakarta, Sabtu 16 September 2023.

Suriyanto menyebut, program cetak sawah yang selama ini digaungkan presiden, tidak efektif dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia. Hal ini dikarenakan Indonesia masih kekurangan pasokan komoditas pangan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Karena itu, cara ekstensifikasi lahan tidak akan berkontribusi signifikan pada pemenuhan kebutuhan domestik yang meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk. Suriyanto mengatakan lahan memang menjadi masalah besar di sektor pertanian Indonesia. Sebab, banyak lahan pertanian yang telah dikonversi untuk pengembangan industri, infrastruktur dan lainnya.

Baca Juga:  Yuri Kemal Fadlullah Pastikan Perjuangan WPR dan IPR untuk Kesejahteraan Babel

Menurut Suriyanto, program cetak sawah tidak signifikan pengaruhnya terhadap penghasilan beras sebagai bahan pokok rakyat, padahal jika anggaran-anggaran yang menguap di buat untuk pengembangan secara tehnologi dalam penanaman padi hingga panen dan diolah hingga menjadi beras, lahan di pulau Jawa dan Sumatra juga sudah cukup.

Proyek mencetak lahan sawah baru tidak tepat untuk mengatasi krisis pangan saat ini. Jika dilakukan secara tergesa-gesa, proyek pencetakan lahan sawah baru yang memakan modal besar ini malah menimbulkan risiko gagal panen yang merugikan petani dan risiko kerusakan lingkungan yang lebih besar.” ungkap dosen perguruan tinggi swasta di Jakarta ini.

Kita tilik penanaman padi di Thailand, Vietnam dan negara-negara penghasil beras lain nya mereka benar-benar di dukung penuh oleh para ahli dan penyuluh yang sesuai bidang serta teknologi yang sangat baik. Ketimbang buang uang negara dan tidak berhasil sebaiknya pemerintah peka untuk memanfaatkan lahan pertanian padi yang ada.” pungkasnya.(**)

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fandi ABK Asal Medan Kasus Dugaan Penyelundupan 2 Ton Sabu Dituntut Hukuman Mati
Dekan Fakultas Hukum UM Metro Dapat Dua Penghargaan Internasional Bidang Hukum Malaysia dan Indonesia Educational Eadership Award 2026
Ketum JMSI Kembali Mendesak Pihak Kepolisian Agar Menangkap Pelaku Penembakan Rahimandani
‎Tiba di Serang Banten, Pengda JMSI Lampung Langsung Ikuti Rakornas
PWI Lampung Ikut Rakernas, Bahas Penyempurnaan PD/PRT Bersama PWI se-Indonesia
Ketua DK PWI Pusat Nyatakan, PWI Kabupaten Lamtim Tidak Berhak Memecat Anggota
Kuasa Hukum : Pasal Pelapor Walikota Metro Tidak Relevan Dengan Alat Bukti, Mengarah Pada Tindak Pidana Terhadap Pejabat dan Laporan Palsu
OTT Ditjen Bea Cukai KPK Sita Uang Miliaran Rupiah dan 3 Kg Logam Mulia
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 20:16 WIB

Fandi ABK Asal Medan Kasus Dugaan Penyelundupan 2 Ton Sabu Dituntut Hukuman Mati

Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:05 WIB

Dekan Fakultas Hukum UM Metro Dapat Dua Penghargaan Internasional Bidang Hukum Malaysia dan Indonesia Educational Eadership Award 2026

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:53 WIB

Ketum JMSI Kembali Mendesak Pihak Kepolisian Agar Menangkap Pelaku Penembakan Rahimandani

Minggu, 8 Februari 2026 - 07:45 WIB

‎Tiba di Serang Banten, Pengda JMSI Lampung Langsung Ikuti Rakornas

Sabtu, 7 Februari 2026 - 19:12 WIB

PWI Lampung Ikut Rakernas, Bahas Penyempurnaan PD/PRT Bersama PWI se-Indonesia

Berita Terbaru

Berita

Wali Kota Metro Roling dan Lantik 17 Pejabat Eselon ll

Senin, 23 Feb 2026 - 23:32 WIB