Dr. Suriyanto: Tanpa etika kita akan hidup seperti hewan, bak pepatah homo homini lupus est.

- Penulis Berita

Kamis, 21 Desember 2023 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,Buktipetunjuk.id Video pidato calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto yang mengatakan ‘Ndasmu Etik’ viral, dan menjadi sorotan masyarakat. Dalam budaya jawa, ucapan tersebut terkesan kasar dan menanggalkan nilai-nilai kesopanan. Apalagi, diucapkan oleh calon presiden.

Dalam petikan video saat berlangsung pidato Prabowo di depan kader Partai Gerindra yang beredar di media sosial, ia mengungkit kembali pertanyaan Anies tersebut.

“Bagaimana perasaan Mas Prabowo soal etik..etik. etik…ndasmu etik!” kata Prabowo di acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Gerindra yang digelar tertutup di JIExpo, Jakarta Pusat, Jumat, 15 Desember 2023.

Pernyataan tersebut tak layak diucapkan oleh calon pemimpin bangsa. Karena etika adalah landasan norma dan asas untuk menjaga dan menegakkan kehormatan serta keluhuran. Hampir semua budaya masyarakat Indonesia Jawa, Sunda, Batak, Melayu dan lain-lain mengajarkan etika sebagai panduan hidup.

Tanpa etika, kita akan hidup seperti hewan. Hidup tanpa etika jadi homo homini lupus, manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya. Bangsa kita tidak demikian, nenek moyang kita sudah mengajarkan etika. Etika dan keluhuran budi, termasuk dalam berucap, telah lekat dalam diri masyarakat dan diajarkan oleh leluhur dan orang tua kita untuk menghargai orang lain. Seorang calon pemimpin seharusnya tidak berucap melampaui batas, meski hal itu hanya candaan.

Seorang pemimpin harus menjaga tutur kata, sikap dan sifat sehingga tidak keluar perkataan yang menyimpang dari etika dan memahami bahwa Indonesia merupakan bangsa yang beragam dari sisi budayanya.

Secara harafiah, ‘ndasmu’ diambil dari bahasa Jawa yang artinya ‘kepalamu’. Sedangkan ‘etik’ merupakan kumpulan nilai yang berkenaan dengan akhlak terkait benar-salah. Namun, tone ‘ndasmu’ biasanya dipakai sebagai ungkapan yang kasar.

Baca Juga:  ABRA Siap Mengawal Proses Pembentukan Kementerian Kebudayaan RI.

Pernyataan Prabowo tersebut mengandung umpatan sarkasme yang bagi masyarakat, khususnya suku Jawa, bisa menilai bahwa ucapan tersebut tidak mencerminkan etika kesantunan dalam bertutur sehingga bisa menimbulkan citra negatif bagi Prabowo.

Ucapan yang disampaikan Prabowo Subianto tersebut, dalam bahasa Jawa menihilkan etika dan terkesan provokatif. Tentu hal ini tidak baik ya apalagi menggunakan kalimat sarkas seperti itu. Sangat provokatif dan berpotensi menimbulkan gejolak di tengah masyarakat, apalagi di tahun politik seperti sekarang, yang seharusnya bisa lebih sejuk dan santun dalam mengeluarkan pernyataan.

Pernyataan Prabowo tersebut bisa menjadi blunder terkait dukungan publik pada pilpres 2024 mendatang. Untuk menarik simpati masyarakat, harusnya Prabowo bisa menahan emosi, dan memberikan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat, khususnya bagi generasi muda.

Kalau lisan kita selalu dijaga maka imej tentang diri kita juga akan terjaga. Tidak ada ketakutan dari orang lain terhadap kita. Orang lain akan mempercayai kita ketika akan berbicara atau mengucapkan sesuatu. Dimanapun kita berada orang lain akan merasa aman dan nyaman.

Sebaliknya kalau lisan kita tidak terjaga, sering mengatakan hal-hal yang buruk, sering menyakiti orang lain dengan ucapannya, maka orang akan menghindari kita apabila akan berbicara. Dan kalau imej itu sudah melekat pada diri kita akan sulit untuk mengubahnya.

Semoga ini bisa menjadi hikmah bagi calon-calon pemimpin untuk menjaga lisan atau ucapan, tidak arogan, apalagi emosional dalam menghadapi kritik atau persoalan yang ada di masyarakat. Indonesia akan sejuk, bila dipimpin oleh pemimpin berhati sejuk.(**)

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Orang Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Sudah Ditangkap
STOP PERS Wartawan Nasional Atas Nama ARIYANDI
Ketu Umum JMSI Teguh Santosa Minta Polisi Bongkar Aktor Intelektual Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
PERADI RAYA Umumkan Libur Nasional Nyepi dan Idul Fitri 1447 H
KPK Tangkap Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong Dugaan Kasus Suap Pengadaan Proyek
Sengketa Informasi DPP JMI dan Dewan Pers Capai Kesepakatan Mediasi
GREAT Institute: Palestina Dukung Keanggotaan Indonesia di Board of Peace
Dr. Ryan Maulana Raih Gelar Doktor di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:00 WIB

Empat Orang Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Sudah Ditangkap

Senin, 16 Maret 2026 - 04:42 WIB

STOP PERS Wartawan Nasional Atas Nama ARIYANDI

Senin, 16 Maret 2026 - 01:30 WIB

Ketu Umum JMSI Teguh Santosa Minta Polisi Bongkar Aktor Intelektual Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:02 WIB

PERADI RAYA Umumkan Libur Nasional Nyepi dan Idul Fitri 1447 H

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:09 WIB

KPK Tangkap Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong Dugaan Kasus Suap Pengadaan Proyek

Berita Terbaru