Disiram Tidak Maksimal, Warga Bumi Jawa Protes Debu Proyek Jalan

- Penulis Berita

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses perbaikan Ruas Jalan Bumi Jawa–Tanjung Kesuma, Lampung Timur, memicu protes warga. Debu pekat dari proyek disebut mengganggu aktivitas harian. Sejumlah warga bahkan memasang plang sebagai bentuk keluhan, Sabtu (22/8/2026).

Lampung Timur,Buktipetunjuk.id –
Perbaikan Ruas Jalan Bumi Jawa–Tanjung Kesuma di Lampung Timur mulai menuai keluhan. Debu beterbangan di sepanjang badan jalan yang tengah dikerjakan, terutama saat kendaraan melintas. Warga yang rumahnya berada di sisi jalan mengaku terganggu.

Sejumlah plang protes terpasang di beberapa titik. Isinya menyoroti pengendalian debu yang dinilai minim.

MN, warga Bumi Jawa yang rumahnya persis di depan ruas jalan, menyebut penyiraman tak efektif menahan debu. “Ini bentuk protes saya. Debu sudah masuk ke rumah. Jalan cuma disiram sekali sehari, jam 12 siang. Itu pun airnya tidak maksimal,” ujarnya, Sabtu (22/8/2026).

Menurut MN, jalan cepat kering setelah disiram. Begitu kendaraan lewat, debu kembali mengepul ke permukiman. Ia menegaskan warga mendukung perbaikan jalan. Namun, dampak selama pengerjaan juga harus diperhatikan.

Baca Juga:  Pakar Tata Negar: Putusan MK Ubah Masa Jabatan Pimpinan KPK Mengandung Sifat Multitafsir.

Keluhan serupa disampaikan YM. Ia menyebut debu cukup mengganggu warga yang tinggal dan beraktivitas di sekitar lokasi.

“Kami dukung jalan ini diperbaiki. Tapi selama prosesnya, masyarakat juga harus diperhatikan. Jangan sampai tiap hari menghirup debu,” kata YM.

Ia meminta penyiraman dilakukan lebih rutin dan merata, terutama saat lalu lintas padat dan cuaca terik.

Warga menekankan pemasangan plang bukan penolakan pembangunan. Mereka berharap proyek Ruas Jalan Bumi Jawa–Tanjung Kesuma berjalan baik, sekaligus tetap menjaga kenyamanan warga sekitar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan keterangan terkait keluhan warga soal debu dan pola penyiraman di lokasi.

Warga berharap evaluasi segera dilakukan. Pengendalian debu diminta dimaksimalkan agar pekerjaan tetap berjalan sesuai rencana tanpa mengorbankan aktivitas masyarakat.(Red/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GIBM Jambi Serukan Shalat Istisqa, Ajak Warga Tak Saling Menyalahkan di Tengah Kabut Asap
Spanduk Pengosongan dan Pembongkaran Shopping Center Metro Picu Kericuhan Pedagang
DPC JMI Way Kanan Ajukan Sengketa Informasi Publik, PPID SMPN 1 Kasui Digugat ke Komisi Informasi Lampung
HASREN PURJA SAKTI NAKHODAI PERINDO MERANGIN, TARGETKAN JADI PARTAI BESAR 2029
Ratusan Siswa SMAN 1 Dukun Padati Pemutaran Film “Good Morning Tomorrow”, Dorong Lahirnya Penjaga Bengawan Solo
Polres Tanggamus Tangkap Tiga Terduga Penadah Motor Curian
Polres Kepahiang Siapkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kriminalitas Triwulan III Naik 69 Persen.
Warga Resah, Tambang Emas Ilegal di Belakang Perumahan BTN Merangin: 5 Mesin Donfeng Beroperasi Siang-Malam
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:05 WIB

GIBM Jambi Serukan Shalat Istisqa, Ajak Warga Tak Saling Menyalahkan di Tengah Kabut Asap

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Spanduk Pengosongan dan Pembongkaran Shopping Center Metro Picu Kericuhan Pedagang

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:42 WIB

DPC JMI Way Kanan Ajukan Sengketa Informasi Publik, PPID SMPN 1 Kasui Digugat ke Komisi Informasi Lampung

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:33 WIB

HASREN PURJA SAKTI NAKHODAI PERINDO MERANGIN, TARGETKAN JADI PARTAI BESAR 2029

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Ratusan Siswa SMAN 1 Dukun Padati Pemutaran Film “Good Morning Tomorrow”, Dorong Lahirnya Penjaga Bengawan Solo

Berita Terbaru