Diduga “Main Peti” di Sungai Arai, Eks Kadis Provinsi Jambi Ahmad Bastari Didesak Warga Klarifikasi

- Penulis Berita

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alat berat merek Zoomlion disebut beroperasi dua bulan di Merangin, izin dipertanyakan

MERANGIN,Buktipetunjuk.id –

Warga Desa Rantau Panjang, Kecamatan Muara Siau, Kabupaten Merangin, Jambi, mendesak aparat penegak hukum menyelidiki aktivitas alat berat di aliran Sungai Arai. Alat berat itu diduga terkait praktik pertambangan emas tanpa izin atau “peti” dan telah beroperasi sekitar dua bulan.

Pantauan Buktipetunjuk.id, di lokasi, Sabtu, 3 Oktober 2026, menemukan satu unit ekskavator merek Zoomlion bekerja di badan Sungai Arai. Warga setempat menyebut alat itu milik Ahmad Bastari, mantan kepala dinas di Pemerintah Provinsi Jambi.

“Benar, alat itu punya Pak Bastari. Sudah jalan kira-kira dua bulan. Soal izinnya, kami tidak tahu,” kata seorang warga Rantau Panjang yang enggan disebut namanya karena alasan keamanan.

Istilah “main peti” digunakan warga untuk menyebut dugaan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin. Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai jenis kegiatan, legalitas, maupun penanggung jawab operasional alat berat tersebut.

Kekhawatiran Kerusakan Lingkungan
Warga khawatir aktivitas di badan sungai merusak ekosistem, mencemari air, dan menggerus kawasan hutan penyangga di sekitar Sungai Arai.

Baca Juga:  Warga Kotanopan Diduga Bakar Alat Berat Tambang Ilegal, Satgas PETI Madina Dikritik

“Kami minta aparat tidak cuma periksa surat. Turun ke lokasi, lihat langsung. Sungai dan hutan ini warisan, bukan milik pribadi,” ujar warga lain.

Mereka mendesak Kapolres Merangin, Kapolsek Muara Siau, dan Kapolda Jambi bertindak. “Mantan pejabat atau bukan, semua sama di mata hukum. Kalau tak berizin, hentikan,” tegas warga.

Belum Ada Klarifikasi

Media Buktiletunjuk.id, telah menghubungi Ahmad Bastari via WhatsApp untuk konfirmasi pada Jumat siang. Hingga berita ini diterbitkan, pesan belum dibalas.

Terpisah, Kapolsek Muara Siau saat dikonfirmasi membenarkan telah menerima laporan warga. “Terima kasih informasinya,” tulisnya singkat via pesan.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merangin dan Satuan Reskrim Polres Merangin belum memberi keterangan resmi terkait status perizinan dan hasil pemeriksaan lapangan.

Warga berharap ada kejelasan segera untuk mencegah keresahan dan potensi kerusakan lingkungan lebih luas. “Hutan dan sungai milik rakyat dan anak cucu. Jangan dirampas untuk kepentingan sesaat,” kata warga.

Reporter: Rudianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Tanggamus Tangkap Tiga Terduga Penadah Motor Curian
Polres Kepahiang Siapkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kriminalitas Triwulan III Naik 69 Persen.
Warga Resah, Tambang Emas Ilegal di Belakang Perumahan BTN Merangin: 5 Mesin Donfeng Beroperasi Siang-Malam
Bersinergi, Kapolres Jombang Jalin Silaturahmi dengan Bupati
Rumah di KPAD Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online, 11 Sipil Diamankan 
Perkuat Silaturahmi, Kapolres Jombang Sambangi Ponpes Mambaul Ma’arif Denanyar
Diduga Selewengkan Retribusi Rp140 Juta, Puskesmas Tambang Emas Disorot BPK
Kinerja Kepala Dinas Kominfo Merangin Dikritik: Dinilai Lamban Tangkal Isu Negatif
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Polres Tanggamus Tangkap Tiga Terduga Penadah Motor Curian

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Polres Kepahiang Siapkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kriminalitas Triwulan III Naik 69 Persen.

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Warga Resah, Tambang Emas Ilegal di Belakang Perumahan BTN Merangin: 5 Mesin Donfeng Beroperasi Siang-Malam

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Bersinergi, Kapolres Jombang Jalin Silaturahmi dengan Bupati

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Rumah di KPAD Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online, 11 Sipil Diamankan 

Berita Terbaru