Bursa Pilgub Jambi Memanas, Lima Nama Muncul ke Permukaan

- Penulis Berita

Selasa, 29 September 2026 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Publik menanti gagasan, bukan sekadar popularitas. Peta dukungan masih cair, koalisi belum terbentuk.

JAMBI,Buktipetunjuk.id–

Kontestasi Gubernur Jambi mulai bergulir. Lima nama mencuat dalam wacana publik jelang Pilgub 2031: mantan Gubernur Zumi Zola, politisi Gerindra Sutan Adil Hendra, mantan Bupati Tanjung Jabung Timur Romi Hariyanto, mantan Wali Kota Jambi Syarif Fasha, dan Wali Kota Jambi petahana H. Maulana.

Belum ada satu pun yang mengantongi tiket resmi partai. Semua masih tahap penjajakan.

Lima Figur, Lima Modal Politik

Zumi Zola disebut-sebut karena pernah memimpin Jambi periode 2016–2018. Pengenalan namanya kuat di akar rumput, meski sempat terjerat kasus hukum.

Sutan Adil Hendra mengandalkan jaringan politik Gerindra dan pengalaman di DPR. Romi Hariyanto punya basis di wilayah timur Jambi setelah dua periode memimpin Tanjabtim.

Syarif Fasha dikenal luas setelah 10 tahun menjabat Wali Kota Jambi. Sementara H. Maulana, dokter yang kini Wali Kota Jambi, menawarkan rekam jejak teknokratis di pemerintahan kota.

Namun popularitas dan jabatan lama tak otomatis jadi tiket. “Peluang terbuka, tapi baru kelihatan kalau sudah ada langkah politik dan gagasan,” kata pengamat politik dan hukum Jambi, AZ, Selasa, 29 September 2026.

Baca Juga:  Dugaan Mantan Mining Engineering PT Sorik Mas Mining Membuka Lokasi PETI di Desa Sayur Maincat, SATMA AMPI Madina Minta APH Bertindak

Warga Tuntut Solusi Konkret
Di Bungo, warga mengaku lelah dengan kontestasi tanpa program.

“Harga sawit dan karet naik-turun, jalan rusak. Kami butuh yang bisa kerja, bukan cuma terkenal,” ujar Daus, warga Bungo.

Gita, mahasiswa asal Bungo, menyebut Zumi Zola dan H. Maulana menarik perhatian. “Tapi kalau ada pasangan baru yang kuat, peta bisa berubah total,” katanya.

Tiga isu utama yang ditagih warga: stabilitas harga komoditas, perbaikan infrastruktur jalan, dan pemerataan pembangunan barat–timur Jambi.

Koalisi Lintas Daerah Jadi Kunci

Luasnya Jambi membuat tak ada kandidat yang aman hanya dengan basis satu kawasan. Koalisi partai dan kemampuan merangkul kabupaten/kota jadi penentu.

Hingga kini belum ada kepastian pasangan calon maupun poros partai. Semua figur masih menunggu momentum dan kalkulasi politik.

“Yang ditunggu publik bukan siapa paling populer. Tapi siapa yang punya rekam jejak, integritas, dan rencana kerja paling masuk akal untuk Jambi,” kata AZ.

Reporter: Rudianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Resah, Tambang Emas Ilegal di Belakang Perumahan BTN Merangin: 5 Mesin Donfeng Beroperasi Siang-Malam
Bersinergi, Kapolres Jombang Jalin Silaturahmi dengan Bupati
Rumah di KPAD Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online, 11 Sipil Diamankan 
Perkuat Silaturahmi, Kapolres Jombang Sambangi Ponpes Mambaul Ma’arif Denanyar
Diduga Selewengkan Retribusi Rp140 Juta, Puskesmas Tambang Emas Disorot BPK
Kinerja Kepala Dinas Kominfo Merangin Dikritik: Dinilai Lamban Tangkal Isu Negatif
Pilkades Pulau Rakyat Tua Sempat Ricuh Akibat Warga Pemilik E-KTP Tak Bisa Mencoblos Di TPS
Polres Way Kanan Ungkap Curas Ranmor di 5 Lokasi dan Penyalahgunaan BBM Subsidi
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Warga Resah, Tambang Emas Ilegal di Belakang Perumahan BTN Merangin: 5 Mesin Donfeng Beroperasi Siang-Malam

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Bersinergi, Kapolres Jombang Jalin Silaturahmi dengan Bupati

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Rumah di KPAD Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online, 11 Sipil Diamankan 

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Perkuat Silaturahmi, Kapolres Jombang Sambangi Ponpes Mambaul Ma’arif Denanyar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:15 WIB

Diduga Selewengkan Retribusi Rp140 Juta, Puskesmas Tambang Emas Disorot BPK

Berita Terbaru