MERANGIN, Buktipetunjuk.id –
Lembaga Adat Melayu Tabir untuk pertama kalinya menggelar Festival Seni dan Budaya Tabir di halaman Kantor LAM Tabir, Pasar Rantau Panjang, Jumat, 30 Oktober 2026. Wakil Bupati Merangin Khafid Moein membuka langsung perhelatan itu dan memberi apresiasi khusus: LAM Tabir disebutnya sebagai satu-satunya lembaga adat di luar wilayah Bangko yang menyelenggarakan festival budaya.
Festival ini diinisiasi LAM Tabir untuk menghidupkan kembali tradisi Melayu Tabir yang mulai langka di tengah masyarakat. Salah satu yang ditampilkan adalah lomba menampi beheh, menampi beras keterampilan harian warga Tabir tempo dulu yang kini tak lagi dikenal generasi muda.
“Melalui perlombaan ini, kita ingin tradisi itu tetap dikenal. Sekarang banyak anak muda tak tahu cara menampi beras. Ini bukan sekadar lomba, tapi sarana memperkenalkan kembali keterampilan leluhur,” kata Ketua LAM Tabir, Muhammad Sidin, S.Pd.
Ketua Panitia Pelaksana, Berlian, S.Pd., mengakui kegiatan perdana ini masih memiliki kekurangan. Ia meminta maaf jika penyelenggaraan belum maksimal dan berharap ada masukan dari Pemkab Merangin agar festival berikutnya lebih baik. Panitia menyiapkan piala, piagam, dan uang pembinaan bagi juara I, II, dan III di setiap cabang lomba sebagai bentuk apresiasi.
Wakil Bupati Khafid Moein menegaskan Pemkab Merangin mendukung penuh upaya pelestarian seni dan budaya daerah. Menurut dia, adat dan budaya adalah identitas yang harus dijaga bersama oleh masyarakat, pemangku adat, dan pemerintah.
“Terima kasih kepada LAM Tabir dan para donatur. Ini bukan sekadar seremonial. Saya harap festival ini jadi agenda berkelanjutan yang memperkuat hubungan adat, pemerintah, dan masyarakat,” ujar Khafid. Senin, 2 November 2026.
Muhammad Sidin juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan Camat Tabir selaku pembina yang turut menyukseskan acara. Ia berharap Festival Budaya Tabir tak berhenti sebagai kegiatan satu kali, melainkan menjadi pemantik semangat pelestarian warisan leluhur di kalangan generasi muda.
Festival ini turut dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya. Bagi LAM Tabir, gelaran perdana ini adalah langkah awal agar identitas Melayu Tabir tetap terjaga dan diwariskan.
Reporter: Rudianto









