BANGKO,Buktipetunjuk.id –
Rencana Pemerintah Kabupaten Merangin, Jambi, mengalokasikan Rp2,19 miliar untuk pengembangan fasilitas perpustakaan termasuk pembangunan teater mini memicu polemik. Kebijakan ini muncul di tengah keluhan warga soal krisis air bersih dan jalan rusak di sejumlah kecamatan.
Berdasarkan dokumen Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) yang diperoleh Buktipetunjuk.id, total anggaran Rp2.197.439.550 itu terbagi dalam beberapa pos.
Alokasi terbesar adalah pembangunan, renovasi, dan pemeliharaan senilai Rp1,05 miliar.
Adapun rincian untuk fasilitas teater mini meliputi:
• Renovasi Mini Theatre Studio Mini: Rp233.750.000
• Kursi Jok Auditorium Studio Mini: Rp143.000.000
• Videotron Studio Mini: Rp180.000.000
• AC Studio Mini: Rp24.000.000
• Perangkat audio: Ampli Public Rp8.000.000, Proyektor Rp15.000.000, Sound System Rp10.000.000, Ceiling Speaker Rp12.800.000, Column Speaker Rp7.000.000, Mic Wireless Rp6.000.000, Power Mix Rp6.500.000, Speaker Vocal Rp15.000.000, Sub Woofer Rp18.000.000
• Jasa konsultansi dan lainnya: Rp57.680.000
• Operasional dan kegiatan: Rp286.608.850
• Alokasi lain yang masih diteliti: Rp797.874.700
Usulan proyek ini disebut berasal dari internal Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, menyusul saran Bupati Merangin saat inspeksi mendadak beberapa waktu lalu.
KRITIK PENGAMAT
Pengamat hukum Jambi, Bang Zul, menilai kebijakan itu tidak tepat sasaran. “Terlalu boros Merangin ini. Menghamburkan uang yang belum tepat sasaran,” ujarnya kepada Buktipetunjuk.id Rabu, 7 Oktober 2026.
Menurut Zul, warga Merangin masih membutuhkan pembangunan dasar. “Rakyat sudah bosan dengan permainan sandiwara para pejabat. Kasihan rakyat belum mendapat pembangunan yang sangat dibutuhkan sekarang, kita malah bangun teater mini,” katanya.
Ia juga menyinggung potensi penggunaan hak angket DPRD. “Kalau seperti ini terus, rakyat bisa saja menuntut ke DPRD untuk melakukan hak angket. Sekarang sudah mulai terlihat perlawanan DPRD terhadap Pemkab karena arah pembangunan dan uang rakyat yang tidak tepat sasaran. Banyak permainan silumannya,” ujar Zul.
KONTEKS KEBUTUHAN WARGA
Anggaran ini mencuat ketika warga Merangin masih menghadapi krisis air bersih yang berlangsung berhari-hari, jalan rusak di berbagai kecamatan, kekhawatiran kualitas pembangunan sekolah, hingga dampak kabut asap.
Hingga berita ini diturunkan, Buktipetunjuk.id masih berupaya meminta konfirmasi langsung dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Merangin terkait urgensi proyek bernilai miliaran rupiah tersebut. Pemkab Merangin juga belum memberikan penjelasan resmi.
Apakah teater mini lebih mendesak dibanding kebutuhan dasar warga? Publik menunggu penjelasan resmi Pemerintah Kabupaten Merangin.
Reporter: Rudianto









