Publik menanti gagasan, bukan sekadar popularitas. Peta dukungan masih cair, koalisi belum terbentuk.
JAMBI,Buktipetunjuk.id–
Kontestasi Gubernur Jambi mulai bergulir. Lima nama mencuat dalam wacana publik jelang Pilgub 2031: mantan Gubernur Zumi Zola, politisi Gerindra Sutan Adil Hendra, mantan Bupati Tanjung Jabung Timur Romi Hariyanto, mantan Wali Kota Jambi Syarif Fasha, dan Wali Kota Jambi petahana H. Maulana.
Belum ada satu pun yang mengantongi tiket resmi partai. Semua masih tahap penjajakan.
Lima Figur, Lima Modal Politik
Zumi Zola disebut-sebut karena pernah memimpin Jambi periode 2016–2018. Pengenalan namanya kuat di akar rumput, meski sempat terjerat kasus hukum.
Sutan Adil Hendra mengandalkan jaringan politik Gerindra dan pengalaman di DPR. Romi Hariyanto punya basis di wilayah timur Jambi setelah dua periode memimpin Tanjabtim.
Syarif Fasha dikenal luas setelah 10 tahun menjabat Wali Kota Jambi. Sementara H. Maulana, dokter yang kini Wali Kota Jambi, menawarkan rekam jejak teknokratis di pemerintahan kota.
Namun popularitas dan jabatan lama tak otomatis jadi tiket. “Peluang terbuka, tapi baru kelihatan kalau sudah ada langkah politik dan gagasan,” kata pengamat politik dan hukum Jambi, AZ, Selasa, 29 September 2026.
Warga Tuntut Solusi Konkret
Di Bungo, warga mengaku lelah dengan kontestasi tanpa program.
“Harga sawit dan karet naik-turun, jalan rusak. Kami butuh yang bisa kerja, bukan cuma terkenal,” ujar Daus, warga Bungo.
Gita, mahasiswa asal Bungo, menyebut Zumi Zola dan H. Maulana menarik perhatian. “Tapi kalau ada pasangan baru yang kuat, peta bisa berubah total,” katanya.
Tiga isu utama yang ditagih warga: stabilitas harga komoditas, perbaikan infrastruktur jalan, dan pemerataan pembangunan barat–timur Jambi.
Koalisi Lintas Daerah Jadi Kunci
Luasnya Jambi membuat tak ada kandidat yang aman hanya dengan basis satu kawasan. Koalisi partai dan kemampuan merangkul kabupaten/kota jadi penentu.
Hingga kini belum ada kepastian pasangan calon maupun poros partai. Semua figur masih menunggu momentum dan kalkulasi politik.
“Yang ditunggu publik bukan siapa paling populer. Tapi siapa yang punya rekam jejak, integritas, dan rencana kerja paling masuk akal untuk Jambi,” kata AZ.
Reporter: Rudianto









