OKU Selatan,Buktipetunjuk.id –
Ratusan Siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuaraan Negeri SMKN 01 OKU Selatan, Sumatera Selatan. Menggelar aksi demo terkait, dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang diduga dilakukan oleh Waka Kesiswaan Sunita, S.Pd.I., Jum’at (30/01/2026).
Dalam aksi para siswa-siswi itu menyampaikan tuntutan untuk seger menurunkan jabatan Waka Kesiswaan, meminta mengembalikan uang yang sudah dipotong, dan meminta keterangan kegunaan uang potongan dana PIP.
“Diketahui, dari sumber jejaring media ini, uang yang dipotong itu sendiri berpariasi mulai Rp. 50 ribu, 200 sampai dengan 600 ribu yang berjalan sejak 2 Tahun berjalan.
Menyikapi tuntutan dan dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang mencuat di lingkungan SMK Negeri 01 OKU Selatan, pihak sekolah melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan memberikan klarifikasi.
Kepala SMK Negeri 01 OKU Selatan, Sri Elyana, S.Pd., M.Pd., melalui Waka Kesiswaan Sunita, S.Pd.I., menjelaskan bahwa pihak sekolah menyampaikan kepada siswa agar memberikan tanda terima kasih secara sukarela. Menurutnya, uang tersebut kemudian dibagikan kembali kepada sejumlah siswa yang tidak menerima bantuan PIP.
“Jumlah seluruh siswa SMK Negeri 01 OKU Selatan sebanyak 507 siswa, sementara penerima Program Indonesia Pintar (PIP) berjumlah 186 siswa. Uang yang terkumpul dibagikan kepada siswa yang tidak menerima bantuan tersebut,” jelasnya.
Namun demikian, klarifikasi tersebut tidak sepenuhnya meredam keberatan dari para siswa.
Sejumlah siswa menyampaikan tuntutan agar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan diturunkan dari jabatannya, meminta pengembalian uang yang diduga dipotong, serta menuntut penjelasan secara terbuka terkait peruntukan dana yang dipungut tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan pemotongan dana PIP dilakukan secara bervariasi dengan nominal mulai dari Rp50 ribu, Rp250 ribu hingga Rp600 ribu per siswa. Disebutkan pula, jumlah siswa yang diduga mengalami pemotongan tersebut mencapai sekitar 40 orang.
Tak hanya itu, aksi itu sendiri para siswa mengancam bahwa para siswa telah memegang berbagai bukti dengan ancaman dari Waka Kesiswaan.
Hingga berita ini diturunkan, polemik terkait dugaan pemotongan dana PIP tersebut masih menjadi perhatian berbagai pihak. Siswa berharap adanya kejelasan dan penyelesaian yang transparan demi menjaga kepercayaan serta iklim pendidikan yang kondusif di lingkungan sekolah. (Ham)











