Kasihhati Pejuang Pers Tangguh dan Tidak Kenal Kompromi Terhadap Ketidakadilan Insan Pers

- Penulis Berita

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA|BUKTIPETUNJUK.ID–Di tengah arus deras tekanan, kriminalisasi dan upaya pembungkaman terhadap insan pers, masih ada satu sosok yang berdiri tegak laksana karang dihempas ombak, memegang erat prinsip dan nurani kebebasan berekspresi. Dialah Dra. Kasihhati, Ketua Presidium Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Pusat Jakarta, seorang perempuan tangguh yang menjadikan “TAK GENTAR” bukan sekadar semboyan, tetapi filosofi hidup dan perjuangan, Minggu (17/8/2025).

Ketika banyak yang memilih diam dalam tekanan, Dra. Kasihhati memilih lantang bersuara. Ketika banyak yang tunduk pada kekuasaan, ia memilih berdiri menantang. Suaranya tidak hanya menggema di ruang redaksi atau mimbar-mimbar konferensi, tetapi juga mengetuk hati nurani para Pewarta untuk bangkit, bersatu dan tidak gentar menyuarakan kebenaran, apa pun risikonya.

“Ketika gerimis melukis tangis dan angin membelai Bumi Pertiwi, tidakkah hatimu terketuk tuk mengutuk badut negeri yang menyiapkan belenggu. Begitulah bait-bait perlawanan yang digaungkan oleh Kasihhati serupa puisi perlawanan, namun menggema seperti pekikan revolusi,” ungkapnya.

Dibawah kepemimpinannya, FPII tak hanya menjadi wadah para jurnalis independen, tetapi juga menjadi Benteng Perjuangan bagi kebebasan pers dan perlindungan bagi jurnalis-jurnalis yang kerap menjadi korban intimidasi, kriminalisasi, bahkan kekerasan hanya karena menyampaikan fakta riel kepada publik.

Dra. Kasihhati selalu menekankan bahwa jurnalis adalah pilar keempat demokrasi dan tidak boleh dibungkam dengan jeruji kekuasaan atau tipu muslihat penguasa yang alergi terhadap kritik. Dalam banyak kesempatan, ia menyerukan bahwa.

“Jangan pernah tunduk pada ketidakadilan. Jangan pernah gentar dengan kekuasaan temporer. Lawan segala bentuk pembungkaman! Jurnalis punya hak yang sama sebagai warga negara,” terangnya.

Ketika hujan tumpah membasahi bumi, bagi Kasihhati itu bukan alasan untuk menyerah. Justru saat itulah semangat perjuangan harus ditumpahkan keringat, bahkan darah, demi menjaga nyala api kemerdekaan menyampaikan pendapat dan menulis kebenaran.

Baca Juga:  Polda Lampung Gelar Upacara Peringatan Hari Ibu ke-97, Perempuan Adalah Pilar Peradaban

Di balik ketegasan dan keberaniannya, tersimpan pula ketulusan hati dalam membela rakyat kecil. Kasihhati tidak hanya memperjuangkan hak-hak jurnalis, tetapi juga membela masyarakat tertindas, mereka yang suaranya tak pernah sampai ke telinga pejabat, mereka yang kisahnya tak pernah masuk ke layar berita arus utama.

Melalui FPII, ia membuka ruang bagi suara-suara minoritas dan kaum marginal untuk dapat disuarakan dan diperjuangkan. Tak heran jika namanya kini semakin dikenal bukan hanya di kalangan media, tetapi juga ditengah masyarakat yang selama ini merasa tak memiliki pelindung.

“Tak Gentar” bukan hanya slogan. Ia adalah Roh perlawanan. Ia adalah nyawa perjuangan. Dan di tangan Dra. Kasihhati, filosofi ini menjadi senjata dalam menantang segala bentuk ketidakadilan yang coba membungkam kebenaran.

Kini, saat jeruji telah mereka siapkan, saat belenggu tengah mereka anyam untuk membatasi gerak pers nasional, suara Kasihhati dan FPII menggema lebih kuat Kami tidak gentar. Kami tidak tunduk. Kami adalah penjaga kebenaran.

Dengan langkah pasti dan suara lantang, Dra. Kasihhati telah menjelma menjadi ikon perjuangan kebebasan pers di Indonesia. Sebuah teladan, bahwa di balik sosok perempuan, bisa berdiri kekuatan besar yang menyala karena cinta pada keadilan dan keberanian membela rakyat.

 

Sumber : Presidium Forum Pers Independent Indonesia (FPII)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menenun Identitas, Memadukan Tradisi: Inovasi Batik Tapis dalam Sentuhan Modern
SMSI Lampung Timur Susun Program Sertifikasi Media, Donor Darah, dan Dukung UMKM
Sekber Tiga Konstituen Dewan Pers Tandatangan Fakta Integritas
Wali Kota Metro Ajak Insan Pers Bersinergi Untuk Mendukung Pembangunan
Kapolres Way Kanan Pimpin Upacara Sertijab Kasat Reskrim Dari AKP Eko Heri Susanto kepada Iptu Riswanto
Kapolres Metro Pimpin Apel Siaga May Day, Pastikan Personel Tetap Siaga Penuh
Rapat Paripurna DPRD Metro Sampaikan LKPJ 2025, Penguatan Sinergi dan Peningkatan Kinerja
Kasus Dugaan Pencabulan Anak Dibawah Umur di Mojokerto, Diselesaikan Tidak Melalui Jalur Hukum
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:07 WIB

Menenun Identitas, Memadukan Tradisi: Inovasi Batik Tapis dalam Sentuhan Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:00 WIB

SMSI Lampung Timur Susun Program Sertifikasi Media, Donor Darah, dan Dukung UMKM

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:50 WIB

Sekber Tiga Konstituen Dewan Pers Tandatangan Fakta Integritas

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:20 WIB

Wali Kota Metro Ajak Insan Pers Bersinergi Untuk Mendukung Pembangunan

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:40 WIB

Kapolres Way Kanan Pimpin Upacara Sertijab Kasat Reskrim Dari AKP Eko Heri Susanto kepada Iptu Riswanto

Berita Terbaru