Penebangan Kayu di Kawasan Hutan Lindung Register 38 Sekampung Udik Tidak Tersentuh Hukum.

- Penulis Berita

Kamis, 21 Maret 2024 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Timur,Buktipetunjuk.id —Pembalakan liar di wilayah hutan lindung Register 38 Gunung Balak Kec.Sekampung Udik , Lampung Timur hingga kini masih terus berlanjut. Pelakunya pun tersetruktur dan terindikasi tidak tersentuh hukum (Kebal Hukum).

Pantauan wartawan di lokasi, terlihat seorang pria bernama Kade’ warga Desa Sidorejo, Kec.Sekampung Udik, Lampung Timur Provinsi Lampung terlihat sedang menebang tanaman jenis kayu karet yang telah berumur puluhan tahun menggunakan gergaji mesin (Senso).

Dilihat dari jejaknya, areal kayu yang di tebang sekitar 1 hektar lebih. Kayu yang di tebang pun memiliki ukuran besar dan sudah berumur tahunan. Kayu karet yang sudah tumbang, di potong kemudian di jual.

Berdasar informasi Kade” merupakan pekerja lapangan. Ia bagian tukang tebang kayu di lokasi tersebut. Dia bekerja di bawah perintah Bos warga Desa Bojong, Kec. Sekampung Udik bernama Paiman.

“Ya Paiman lah. Enak datangin aja Paiman, orang nya enak kok. Kalau punya duit orang nya jojong,” kata Kade” saat menjawab wartawan di kawasan Hutan Lindung Register 38 Gunung Balak, Rabu (20/3/2024).

Kade” mengaku tidak tahu lahan yang kayunya di tebang tersebut milik siapa. Ia juga mengaku tidak tahu lahan yang akan di gunduli itu hendak di tanami apa. “Ndak tau aku, suruh kerja ya kerja aja.” kata Kade.

Baca Juga:  Kepala sekolah SMK N 3 Metro, terbaik lima besar Nasional sebagai kepala sekolah Inovatif.

Pernyataan Kade” tersebut rupanya di benarkan oleh Paiman. Ia pun menyatakan bahwa Kade” merupakan anak buahnya. “Iya benar, Kade” memang anak buah saya bagian penebangan.” ucapnya.

Terkait hal tersebut, Ketua Umum Ketum Lembaga Mabesbara Dr. Ryan Maulana, S.E., S.H.,M.H. Menyayang kan maraknya penebangan liar di kawasan hutan lindung Register 38 Gunung Balak tersebut. Ia mengaku tak habis pikir hal itu bisa terjadi dan tak tersentuh oleh hukum.

“Padahal, Pasal 83 ayat1 huruf b Undang Undang no.18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusak hutan, di ancam pidana 15 tahun penjara dan denda maksimum Rp100 milyar.” jelas Ryan.

Lebih lanjut, Ryan menyampaikan penebangan kayu di Register 38 Gunung Balak masih berjalan dan tidak ada pelaku yang di proses, kinerja penegak hukum khusunya wilayah Kec. Sekampung Udik dan dinas kehutanan di Way Jepara perlu di pertanyakan.

“Fenomena ini menjadi sebuah tanda tanya, apakah penegakan hukum terhadap perusak kawasan hutan lindung di Register 38 ini sudah tumpul. Atau hukum hanya berlaku bagi warga yang lemah saja.” tanya Ryan.

(M.Husin/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Tanggamus Tangkap Tiga Terduga Penadah Motor Curian
Rumah di KPAD Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online, 11 Sipil Diamankan 
Polres Way Kanan Ungkap Curas Ranmor di 5 Lokasi dan Penyalahgunaan BBM Subsidi
Angka Peserta Didik PKBM Sudimoro Disorot, Data 200 vs 492 Jadi Pertanyaan Besar
Polisi Tangkap Pencuri Inventaris Masjid Al-Ikhlas di OKU Selatan
Bawaslu Kota Metro Gandeng PWI Gelar Diskusi Strategis, Perkuat Sinergi Pengawasan Pemilu
Bupati Lampung Timur Buka MUSDA V MUI, Tegaskan Sinergi Ulama-Umara untuk Daerah Religius dan Sejahtera
Polda Lampung Bongkar Jaringan Narkoba Internasional: 89 Kg Sabu Disita
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Polres Tanggamus Tangkap Tiga Terduga Penadah Motor Curian

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Rumah di KPAD Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online, 11 Sipil Diamankan 

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Polres Way Kanan Ungkap Curas Ranmor di 5 Lokasi dan Penyalahgunaan BBM Subsidi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Angka Peserta Didik PKBM Sudimoro Disorot, Data 200 vs 492 Jadi Pertanyaan Besar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Polisi Tangkap Pencuri Inventaris Masjid Al-Ikhlas di OKU Selatan

Berita Terbaru