Metro Lampung,Buktipetunjuk.id –
Pemasangan spanduk pemberitahuan oleh Pemerintah Kota Metro terkait rencana pengosongan dan pembongkaran Shopping Center, Jumat, 9 Oktober 2026, berujung ricuh. Pedagang yang tergabung dalam paguyuban pasar memprotes diksi spanduk yang dianggap provokatif.
Pantauan di lokasi, kegiatan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Metro yang dipimpin Kasat Pol PP Jose, Kabid Perda Yoseph beserta jajaran, Dinas Perhubungan di bawah Kepala Dinas Wahyu, serta unsur Polres Metro dan Korem 043/Garuda Hitam. Sejumlah warga juga ikut menyaksikan.
Selain pemberitahuan pengosongan dan pembongkaran, spanduk juga memuat informasi penghentian penarikan retribusi dan jasa sampah di area Shopping Center.
Pedagang Protes Diksi “Pembongkaran”
Adu argumentasi terjadi antara pedagang dengan Satpol PP dan Dinas Perdagangan. Pedagang menilai frasa “pengosongan dan pembongkaran” memicu keresahan karena memberi kesan gedung akan segera dirobohkan.
Ketua Paguyuban Pasar Shopping Center, Sultan Fahli, menyebut pihaknya tidak mengetahui rencana pemasangan spanduk tersebut.
“Penulisannya tidak pas dan dianggap memicu kericuhan para pedagang,” kata Sultan saat ditemui di lokasi, Jumat, 9 Oktober 2026.
Menurut dia, spanduk semestinya cukup memuat informasi penghentian penarikan retribusi dan sampah. “Tulisan pengosongan dan pembongkaran itu yang jadi provokator. Kami akan musyawarah dulu dengan kawan-kawan pedagang, lalu beraudiensi dengan Pemkot Metro untuk mencari solusi,” ujarnya.
Pemkot: Pembongkaran Masih Rencana
Kepala Dinas Perdagangan Kota Metro, Arda, membenarkan adanya kegiatan pemasangan spanduk. Ia menegaskan bahwa substansi sosialisasi hari ini adalah penghentian penarikan retribusi pasar dan retribusi sampah di Shopping Center.
“Terkait pengosongan dan pembongkaran, itu masih dalam rencana. Tidak serta-merta langsung dilakukan,” kata Arda.
Ia menambahkan, rencana itu membutuhkan waktu panjang dan musyawarah lanjutan. Hasil musyawarah akan disampaikan ke media. “Kami tetap membuka ruang dialog dengan para pedagang,” ucapnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Shopping Center Metro berangsur kondusif setelah aparat dan perwakilan pedagang berdialog. Belum ada jadwal resmi kapan audiensi antara paguyuban dan Pemkot Metro akan digelar. (Red)









