Kepahiang,Buktipetunjuk.id –
Polres Kepahiang menggelar rapat operasional bulanan di Gedung Command Center, Kamis, 8 Oktober 2026, untuk memetakan strategi pengamanan Pilkades Serentak 2026 di tengah lonjakan gangguan keamanan.
Rapat dipimpin Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda, didampingi Wakapolres Kompol Sultoni. Hadir para pejabat utama, kapolsek, perwira staf, dan kepala unit.
Berdasarkan data Bagian Operasi, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pada Triwulan III 2026 tercatat 152 kejadian. Angka ini naik 60 persen dibanding Triwulan II. Tindak pidana melonjak lebih tajam: 110 kasus, atau naik 69 persen dari triwulan sebelumnya.
“Setiap personel wajib memahami kerawanan wilayahnya. Koordinasi dengan instansi terkait harus diperkuat,” kata Kapolres Yuriko dalam arahannya.
37 Desa Dipetakan
Menghadapi Pilkades Serentak 2026, Polres Kepahiang memetakan kerawanan di 37 desa yang akan menggelar pemilihan. Yuriko memerintahkan jajaran mengintensifkan sambang, penggalangan, dan cooling system untuk meredam potensi konflik.
Pengamanan juga menyasar setiap tahapan Pilkades, termasuk antisipasi keberatan hasil penghitungan suara dan mobilisasi massa. Yuriko menegaskan netralitas anggota menjadi kunci agar proses demokrasi di desa berjalan aman dan tertib.
Patroli dan Sispam Mako Diperketat
Selain persiapan Pilkades, Kapolres menginstruksikan optimalisasi Kegiatan Kepolisian Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dan patroli pada jam rawan. Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) juga diminta disesuaikan dengan eskalasi situasi.
Operator satuan fungsi diwajibkan memperbaiki akurasi input data operasional. “Bekerja berdasarkan evaluasi dan data kerawanan. Sinergi dengan pemda, penyelenggara, dan masyarakat itu penting,” ujar Yuriko.
Ia menegaskan deteksi dini dan pencegahan menjadi prioritas. “Kami berkomitmen jaga situasi kondusif agar tahapan Pilkades aman dan warga beraktivitas nyaman,” katanya.
Pewarta: AHS









