Putri petani berusia 11 tahun ini aktif berlatih di Dojo Suluun Tareran United meski terkendala biaya perlengkapan
Minsel,Buktipetunjuk.id –
Mirel Maapi, karateka sabuk biru berusia 11 tahun dari Dojo Suluun Tareran United, diusulkan mendapat bantuan sosial. Siswi kelas V SD GMIM Talaitad ini merupakan putri pasangan Adri Maapi, petani, dan Herly Wungow.
Pengusulan bansos dilakukan Pendamping Sosial sekaligus Agen Perlinsos Ferdinand Mandagie, ST. Bantuan diharapkan menopang kebutuhan pendidikan dan perlengkapan karate Mirel, mulai dari seragam, alat pelindung, hingga biaya pertandingan.
“Bantuan ini, jika memenuhi syarat program, bisa meringankan beban keluarga agar Mirel tetap sekolah dan berlatih,” kata Ferdinand, kepada wartawan Senin, 5 Oktober 2026.
Dojo Suluun Tareran United menjadi wadah pembinaan Mirel. Di bawah INKADO Minahasa Selatan, para atlet dilatih oleh Senpai Jerry Runtuwene. “Latihan karate bukan cuma soal teknik, tapi juga disiplin, mental, dan karakter,” ujar Jerry.
INKADO Minahasa Selatan menilai pembinaan usia dini krusial, terutama bagi atlet berbakat dari keluarga prasejahtera. Keterbatasan ekonomi disebut tak boleh mematikan mimpi anak.
Pengusulan bansos bagi Mirel menjadi contoh perlunya kolaborasi pemerintah, organisasi olahraga, pelatih, dan masyarakat. Dukungan diharapkan mencakup pembinaan, perlengkapan, hingga akses kompetisi.
Bagi Dojo Suluun Tareran United, kisah Mirel menegaskan bahwa pembinaan karate tak sekadar mencetak juara tatami. “Targetnya membentuk generasi mandiri, sportif, dan pantang menyerah,” kata Jerry.
Pewarta: Britmi S Tampi









