Wagub Lampung Dorong Perluasan Pertanian Modern Usai Panen 11,44 Ton per Hektare di Lampung Tengah

- Penulis Berita

Rabu, 30 September 2026 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metro Lampung,Buktipetunjuk.id –

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mendorong penerapan pertanian modern diperluas ke seluruh petani, menyusul capaian produktivitas padi 11,44 ton per hektare di Lampung Tengah.

Menurut Jihan, angka tersebut membuktikan teknologi dan metode pertanian modern berpotensi mendongkrak hasil panen secara signifikan. Ia berharap pola ini tidak berhenti di lahan percontohan, melainkan diadopsi lebih luas.

“Harapannya nanti ke depan seperti itu. Pertanian modern ini bisa diterapkan untuk semua petani,” kata Jihan usai mengikuti Gerakan Tanam Padi Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kota Metro, Rabu, 30 September 2026.

Potensi Pendapatan Petani Naik Dua Kali Lipat

Jihan memaparkan, dengan asumsi harga gabah Rp6.500 per kilogram, hasil 10 ton per hektare setara dengan nilai produksi Rp65 juta.

“Kalau bisa 10 ton per hektare, sekarang Rp6.500, dikalikan saja sudah Rp65 juta,” ujarnya.

Sebagai pembanding, produktivitas 5 ton per hektare hanya menghasilkan Rp32,5 juta. “Bisa naik dua kali lipat,” kata dia.

Baca Juga:  Jelang Pilkada Serentak 2024, Zulky Kurniawan Dimunculkan Masyarakat Maju Sebagai Balon

Butuh Modal Besar

Meski menjanjikan, Jihan mengakui pertanian modern membutuhkan modal besar. Ia menyebut biaya kelola satu hektare mencapai sekitar Rp40 juta, dengan salah satu komponen menelan Rp15 juta per hektare.

Karena itu, pengembangan pertanian modern tak sekadar mengejar tonase, tetapi juga peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Proyeksi Produksi Lampung

Jihan menyebut luas lahan pertanian di Lampung sekitar 35 ribu hektare. Jika rata-rata produktivitas menyentuh 10 ton per hektare, total produksi gabah bisa melonjak signifikan.

“Proyeksinya tentu sesuai dengan yang tadi dihitung, sekitar 10 ton per hektare. Kalau totalnya 35 ribu hektare, tinggal dihitung dari luasan atau hasil tonasenya per hektare,” kata Jihan.

Gerakan Tanam Padi PM-AAS di Metro menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat transformasi pertanian tradisional ke sistem pertanian modern berbasis teknologi.(*)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Resah, Tambang Emas Ilegal di Belakang Perumahan BTN Merangin: 5 Mesin Donfeng Beroperasi Siang-Malam
Bersinergi, Kapolres Jombang Jalin Silaturahmi dengan Bupati
Rumah di KPAD Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online, 11 Sipil Diamankan 
Perkuat Silaturahmi, Kapolres Jombang Sambangi Ponpes Mambaul Ma’arif Denanyar
Diduga Selewengkan Retribusi Rp140 Juta, Puskesmas Tambang Emas Disorot BPK
Kinerja Kepala Dinas Kominfo Merangin Dikritik: Dinilai Lamban Tangkal Isu Negatif
Pilkades Pulau Rakyat Tua Sempat Ricuh Akibat Warga Pemilik E-KTP Tak Bisa Mencoblos Di TPS
Polres Way Kanan Ungkap Curas Ranmor di 5 Lokasi dan Penyalahgunaan BBM Subsidi
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Warga Resah, Tambang Emas Ilegal di Belakang Perumahan BTN Merangin: 5 Mesin Donfeng Beroperasi Siang-Malam

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Bersinergi, Kapolres Jombang Jalin Silaturahmi dengan Bupati

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Rumah di KPAD Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online, 11 Sipil Diamankan 

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Perkuat Silaturahmi, Kapolres Jombang Sambangi Ponpes Mambaul Ma’arif Denanyar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:15 WIB

Diduga Selewengkan Retribusi Rp140 Juta, Puskesmas Tambang Emas Disorot BPK

Berita Terbaru