Metro Lampung,Buktipetunjuk.id –
Sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan dan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKL-PPM) Universitas Malahayati Kelompok 68 bersama warga Kelurahan Iringmulyo, Metro Timur, membuat lubang biopori di lingkungan RW 01, Selasa, 28 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat sekaligus kampanye pengelolaan lingkungan berkelanjutan di tingkat warga. Mahasiswa dan warga secara gotong royong menentukan titik-titik pembuatan lubang biopori yang tersebar di beberapa halaman rumah dan fasilitas umum.
“Biopori adalah metode sederhana tapi efektif untuk meningkatkan resapan air dan mengolah sampah organik,” kata Nanda Siogan, Ketua Kelompok 68 KKL-PPM Universitas Malahayati. Kamis (13/8/2026) kepada media ini.
Menurut Nanda, kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran kolektif agar warga tidak hanya membuat, tapi juga merawat biopori secara berkelanjutan.
Ketua RT setempat, Hatta, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa. “Selain membantu mengurangi genangan saat hujan, warga jadi tahu manfaat biopori dan cara mengelola sampah dapur,” ujarnya di sela kegiatan.
Pembuatan lubang biopori dilakukan bertahap. Mahasiswa lebih dulu memetakan titik rawan genangan bersama warga, lalu menggali lubang sedalam 80-100 sentimeter dengan diameter 10 sentimeter. Lubang kemudian diisi sampah organik seperti sisa sayur dan dedaunan kering yang akan terurai menjadi kompos.
Kelompok 68 berharap praktik ini tidak berhenti sebagai program KKL-PPM semata. “Kami ingin biopori jadi kebiasaan warga. Dampaknya jangka panjang: air tanah terjaga, genangan berkurang, sampah organik tidak menumpuk,” kata Nanda.
Kegiatan pengabdian KKL-PPM Universitas Malahayati di Kelurahan Iringmulyo masih akan berlanjut dengan sejumlah agenda pemberdayaan lain hingga masa KKL berakhir.Red/*)









