Klarifikasi Dugaan Bullying di SMAN 4 Metro Kepala Sekolah dan Dewan Guru Tidak Menampik

- Penulis Berita

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metro Lampung,Buktipetunjuk.id –

Ramainya pemberitaan di media sosial dan grup-grup WhatsApp adanya dugaan kasus bullying siswa di SMAN 4 Metro siswa Kelas X berinisial (G) selaku korban, dan siswa berinisial (D) sebagai pelaku bullying duduk di kelas XI, yang berasal dari daerah Seputih Raman, Kota Gajah Lampung Tengah, pihak sekolah tidak menampik kejadian tersebut dan memberikan klarifikasi melalui jumpa pers yang dilaksanakan di Aula Gedung SMAN 4 Kota Metro Lampung. Selasa (19/05/2026).

Ni Made Noviani Selaku Kepala Sekolah SMAN 4 Metro beserta Para Guru dan Wakil Kepala Sekolah serta didampingi perwakilan dari Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Kasi Pelayanan SMA Murti Suryandari beserta jajarannya, menjelaskan dan menanggapi atas kejadian bullying tersebut yang dilakukan oleh siswanya.

Pada kesempatan itu, Ni Made Noviani memberikan penjelasan terkait permasalahan tersebut benar adanya dan dari kedua belah pihak korban, maupun pihak pelaku sudah saling berkomunikasi akan menyelesaikan permasalahannya melalui jalan berdamai,” jelas Ni Made

Pada tgl 18 kemarin tepatnya hari Senin, kedua pihak sudah bertemu dan saling berkomunikasi dan menempuh jalur damai , akan tetapi pihak korban telah melaporkan ke Polres Metro Unit PPA dengan nomor surat penerimaan laporan 79 tertanggal 18 mei 2026.

“Dalam hal pelapor tersebut dilakukan guna memberikan efek jera terhadap pelaku agar tidak melakukan perbuatan tersebut lagi dan apalagi mereka masih dibawah umur,” tegas Ni Made.

Lebih lanjut Ni Made menambahkan, terkait pemberitaan yang menyatakan pihak sekolah melakukan pembiaran atas kejadian bullying tersebut, itu tidak benar dan apa yang kira-kira dianggap tingkah laku maupun ucapan yang dilakukan oleh siswa sekolah, itu akan ditegur dan diberi sanksi apalagi kalau tiga hari tidak ada keterangan tidak masuk sekolah, akan di berikan teguran dari pihak dewan guru selaku orang tua pendidik mereka,” ucapnya Ni Made.

Baca Juga:  Peredaran migor diduga tidak sesuai takaran satgas pangan Metro sidak gudang distributor

Kami akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dan didampingi oleh LPAI untuk mengawal proses permasalahan bullying siswa sampai selesai, dan kami atas nama dewan guru SMAN 4 Metro mengucapkan permohonan maaf atas kejadian ini kedepannya kita akan terus meningkatkan pengawasan terhadap siswa-siswi di lingkungan sekolah.

“Kami dari pihak sekolah SMAN 4 Metro untuk kedepannya akan terapkan kebijakan anti-perundungan yang tegas, akan mengadakan edukasi rutin, dan menciptakan lingkungan yang ramah serta inklusif bagi semua siswa,” ungkap Ni Made.

Ditempat yang sama Murti Suryandari, selaku Kasi Pelayanan pendidikan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Lampung , menyampaikan bahwa, membenarkan atas kejadian bully tersebut yang terjadi di sekolahan SMAN 4 Metro, dan akan terus berkoordinasi dengan pihak sekolah khususnya dengan ibu Ni Made .

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak sekolah khususnya dengan ibu Ni Made dan akan terus mengawal permasalahan ini sampai dengan selesai dan berjalan dengan damai,” ucap Murti dihadapan awak media.

Murti mengatakan bahwa, dinas provinsi akan terus mengawasi setiap sekolahan khususnya di provinsi Lampung dalam hal terkait permasalahan bullying ini.

Kami tidak dapat memutuskan karena kebetulan ibu kacab sedang berada di Lampung Timur menghadiri agenda disetiap sekolah, nantinya akan kami sampaikan ke beliau dan dinas Provinsi karena merekalah yang memiliki kewenangan dan kebijakan dalam menyikapi permasalahan ini,” kata Murti.

Kasus dugaan bullying siswa di Kota Metro ini pun menjadi pengingat penting bahwa pengawasan di lingkungan sekolah, perlu lebih diperhatikan lagi, dan keberanian siswa-siswi untuk melaporkan kepada dewan guru itu sangat bagus, supaya kejadian bullying tidak terulang kembali.

“Sistem pencegahan kekerasan terhadap anak di sekolah masih menjadi PR kita bersama, agar terciptanya pendidikan yang aman dan nyaman bagi siswa-siswi,” tandasnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GIBM Jambi Serukan Shalat Istisqa, Ajak Warga Tak Saling Menyalahkan di Tengah Kabut Asap
Spanduk Pengosongan dan Pembongkaran Shopping Center Metro Picu Kericuhan Pedagang
DPC JMI Way Kanan Ajukan Sengketa Informasi Publik, PPID SMPN 1 Kasui Digugat ke Komisi Informasi Lampung
HASREN PURJA SAKTI NAKHODAI PERINDO MERANGIN, TARGETKAN JADI PARTAI BESAR 2029
Ratusan Siswa SMAN 1 Dukun Padati Pemutaran Film “Good Morning Tomorrow”, Dorong Lahirnya Penjaga Bengawan Solo
Polres Tanggamus Tangkap Tiga Terduga Penadah Motor Curian
Polres Kepahiang Siapkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kriminalitas Triwulan III Naik 69 Persen.
Warga Resah, Tambang Emas Ilegal di Belakang Perumahan BTN Merangin: 5 Mesin Donfeng Beroperasi Siang-Malam
Berita ini 104 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:05 WIB

GIBM Jambi Serukan Shalat Istisqa, Ajak Warga Tak Saling Menyalahkan di Tengah Kabut Asap

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Spanduk Pengosongan dan Pembongkaran Shopping Center Metro Picu Kericuhan Pedagang

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:42 WIB

DPC JMI Way Kanan Ajukan Sengketa Informasi Publik, PPID SMPN 1 Kasui Digugat ke Komisi Informasi Lampung

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:33 WIB

HASREN PURJA SAKTI NAKHODAI PERINDO MERANGIN, TARGETKAN JADI PARTAI BESAR 2029

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Ratusan Siswa SMAN 1 Dukun Padati Pemutaran Film “Good Morning Tomorrow”, Dorong Lahirnya Penjaga Bengawan Solo

Berita Terbaru