Sekjen SATMA AMPI Madina Antar Dumas ke DENPOM I/BB, Desak Bongkar Dugaan Beking Tambang Emas Ilegal

- Penulis Berita

Selasa, 12 Mei 2026 - 00:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mandailing Natal,Buktipetunjuk.id –

Sekretaris Jenderal SATMA AMPI Mandailing Natal, Mulya Harisandi Nasution, resmi mengantarkan pengaduan masyarakat (dumas) ke DENPOM I/BB terkait maraknya aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang diduga kuat dibekingi oknum tertentu dan hingga kini masih bebas beroperasi di wilayah Mandailing Natal. Senin (11/5/2026)

Dalam keterangannya, Mulya Harisandi menegaskan bahwa praktik tambang ilegal di Madina sudah dalam kondisi darurat dan tidak bisa lagi dianggap sebagai aktivitas masyarakat biasa. Menurutnya, penggunaan alat berat secara terang-terangan menunjukkan adanya dugaan jaringan terorganisir yang kuat serta indikasi pembiaran oleh pihak tertentu.

“Kami datang ke DENPOM I/BB membawa dumas agar dugaan keterlibatan maupun pembekingan oleh oknum aparat diusut secara serius, terbuka, dan transparan. Negara tidak boleh kalah oleh mafia tambang ilegal yang merusak lingkungan dan menyengsarakan rakyat,” tegasnya.

Ia menyebut aktivitas PETI telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang sangat parah, mulai dari pencemaran sungai, hancurnya kawasan hutan, rusaknya lahan masyarakat, hingga ancaman banjir dan longsor yang sewaktu-waktu dapat mengorbankan warga.

Baca Juga:  Kepala MTs GUPPI Amir Mahmud Makin Diragukan Warga, 132 Siswa Belum Menerima Program MBG

“Sungai-sungai di Madina semakin keruh, hutan dibabat, alat berat bebas keluar masuk, tetapi penindakan seolah tidak maksimal. Ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah namun tumpul terhadap mafia tambang ilegal,” lanjut Mulya Harisandi.

SATMA AMPI Madina juga mendesak pemerintah pusat, TNI, Polri, dan seluruh aparat penegak hukum untuk segera melakukan operasi besar-besaran serta investigasi menyeluruh terhadap dugaan jaringan pembeking PETI yang disebut beroperasi di sejumlah wilayah seperti Lingga Bayu, Batang Natal, Kotanopan, dan beberapa titik lainnya di Kabupaten Mandailing Natal.

Menurut SATMA AMPI, jika aktivitas tambang ilegal terus dibiarkan, maka kerusakan lingkungan di Mandailing Natal akan semakin tidak terkendali dan berpotensi menjadi bencana besar bagi generasi mendatang.

“Kami tidak akan diam. SATMA AMPI Madina akan terus mengawal persoalan ini sampai ada tindakan nyata terhadap para pelaku, pemodal, maupun oknum yang diduga membekingi aktivitas tambang ilegal di Mandailing Natal,” tutupnya.

(Magrifatulloh).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerbang Stadion Tejosari Jebol, Penonton Konser Event Resonance Terobos Paksa
Kapolres Jombang Temui Ketua MUI, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan
Satreskrim Polres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Anak Yatim dan Lansia
Kapolres Jombang Pimpin Sertijab, Rotasi Pejabat dan Kapolsek Jajaran
Tumpukan Sampah Bertebaran di Pinggir Jalan Trans Sulawesi, Dimana Pemerintah?
SATGAS MARINIR NUSA BARUNG GANDENG PMI GELAR DONOR DARAH DI PUGER
11 Kelompok Tani Cihaurbeuti Dapat Bantuan Irigasi Pompa Kementan, Diharapkan Atasi Kekeringan
Aroma KKN di Puskesmas Gunung Tua Mencuat, 101 Pegawai Diduga Setor Tunai 10 Persen Jaspel ke Tata Usaha, Disebut Perintah Kapus
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 23:26 WIB

Gerbang Stadion Tejosari Jebol, Penonton Konser Event Resonance Terobos Paksa

Minggu, 8 November 2026 - 11:22 WIB

Kapolres Jombang Temui Ketua MUI, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan

Minggu, 8 November 2026 - 09:10 WIB

Satreskrim Polres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Anak Yatim dan Lansia

Sabtu, 7 November 2026 - 21:13 WIB

Kapolres Jombang Pimpin Sertijab, Rotasi Pejabat dan Kapolsek Jajaran

Sabtu, 7 November 2026 - 19:45 WIB

Tumpukan Sampah Bertebaran di Pinggir Jalan Trans Sulawesi, Dimana Pemerintah?

Berita Terbaru