Indikasi Tidak Transparan, Mengelola Penggunaan Dana BOS MTs GUPPI Malintang Perlu Diaudit

- Penulis Berita

Senin, 11 Mei 2026 - 13:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mandailing Natal,Buktipetunjuk.id

Kisruh lembaga pendidikan Islam MTs GUPPI Malintang yang dinilai makin amburadul, seolah tak henti menuai sorotan tajam dari sejumlah kalangan. Sebelumnya diberitakan, bahwa Kepala MTs GUPPI Malintang dinilai jarang hadir ke sekolah, kemudian legalitas dan keabsahan pengangkatan Amir Mahmud sebagai Kepala Madrasah dinilaii janggal, tidak prosedural dan diduga cacat hukum, kini persoalan lainnya merambah ke penggunaan dana BOS yang diduga bermasalah, tidak transparan dan berpotensi rawan korupsi.

Dugaan tidak transparansi tsb makin terlihat jelas, ketika para awak media mendatangi madrasah tsb namun tidak ditemukan papan informasi rencana kerja dan anggaran penggunaan dana BOS di area yang mudah diakses publik sesuai aturan juknis Kemenag

Menyikapi hal ini, sejumlah warga yang berada disekitar madrasah mengungkapkan keheranan dan kegeramannya.

“Dana BOS ini bersumber dari keuangan negara, bukan uang pribadi saudara Amir atau urusan internal madrasah. Penggunaan Dana BOS harus dikelola secara akuntabel, transparan, efektif, tepat sasaran dan terbuka. Jangan ada yang ditutupi” ujar salah seorang warga bermarga Lubis yang enggan disebutkan namanya kepada pers (11/05/2026)

Kejanggalan Dana BOS di institusi pendidikan bercorak islam ini makin aneh, ketika awak media juga menemukan fakta mengejutkan, pertama Kepala MTs diduga kuat tidak pernah membuat tim pengelola dana BOS. Kedua, tidak pernah melibatkan dewan guru dan komite madrasah dalam menyusun Rencana Kerja Anggaran Madrasah (RKAM), Ketiga, Kepala Madrasah juga diduga “wan man show/main sendiri”, tidak transparan dalam pengelolaan Dana BOS.

Sehingga indikasi kuat berkembang pada dugaan sejumlah nota belanja yang mark up, belanja fiktif, atau menganggarkan kegiatan pembangunan yang tidak dilaksanakan serta pembelanjaan yang tidak sesuai aturan sehingga berpotensi merugikan keuangan negara.

“Kami minta aparat penegak hukum baik Polres atau Kejaksaan serta Kemenag Madina segera melakukan pemanggilan kepada ybs serta melakukan serangkaian penyelidikan intensif terkait penggunaan dana BOS yang dinilai bermasalah. Jangankan melibatkan dewan guru, sedangkan Komite Madrasah saja sampe sekarang tidak pernah ada. Bendahara madrasah juga mungkin hanya sekadar pajangan nama, dan tidak difungsikan” tegas wali siswa bermarga batubara menambahkan.

Indikasi pengelolaan Dana BOS yang bermasalah kemudian diperparah dengan pemeliharaan sarana prasarana sekolah yang sangat jauh dari kata layak untuk fasilitas pendidikan.

Sejumlah temuan awak media menguraikan fakta tidak adanya sumber air di fasilitas kamar mandi madrasah, sejumlah asbes dalam kondisi rusak parah dan bolong, mobiuler meja dan kursi dalam jumlah yang banyak dalam kondisi rusak parah dan tidak layak pakai, sejumlah jendela kaca yang pecah dan membahayakan, kondisi madrasah yang terlihat kumuh dan tidak terawat, papan tulis masih menggunakan kapur, struktur pengurus madrasah sudah puluhan tahun tak pernah diganti, kedisiplinan madrasah yang turun drastis, suasana madrasah yang jauh dari nilai kekeluargaan, kepemimpinan Amir Mahmud yang dinilai arogan dan tidak demokratis dan sejumlah persoalan lainnya

Baca Juga:  Wali Kota Metro Shalat Idulfitri Bersama Warga di Samber Park

Sejumlah warga, menyatakan telah lama “berdiam diri” menyaksikan kemerosotan di Madrasah ini namun enggan bersuara karna menganggap masih satu kampung dengan Kepala MTs Amir Mahmud. Namun saat ini, warga telah lama resah dan harus bersuara karna pengelolaan madrasah dinilai makin hancur.

“Kami meminta Amir Mahmud untuk secara sadar dan legowo mengundurkan diri dari jabatan Kepala MTs GUPPI Malintang yang keabsahannya juga diragukan warga. Saudara Amir Mahmud dinilai tidak “amanah “, tidak cakap, dan tidak punya kemampuan memimpin, tapi malah jadi sumber biang kerok kemunduran madrasah ini” ungkap warga.

Sepengetahuan dia, sejak Agustus 2025 Amir Mahmud telah mendaulat dirinya sendiri sebagai Kepala MTs GUPPI, tanpa melalui prosedur resmi, tidak ada rapat yayasan, BPD, Kades, Wali Murid dan Dewan Guru. Tapi toh, hnya kemunduran drastis dan kemerosotan madrasah yang ada.

Untuk itu dia mengungkapan, mundur sebagai Kepala Madrasah adalah solusi terbaik bagi Amir Mahmud

“Demi kebaikan madrasah dan agar tidak ada lagi masalah. Tidak ada kata lain, saudara Amir Mahmud harus segera mundur dan meletakkan jabatan. Itu tak bisa ditawar lagi. Mohon hargai aspirasi warga ini” ungkap sumber bermarga nasution yang diiyakan oleh sejumlah warga lainnya.

Menurut dia secara pribadi, mungkin lebih baik orang luar Desa Malintang yang jadi pimpinan MTs ini tapi memiliki niat ikhlas, dedikasi, pengalaman lama menjadi guru di madrasah ini, ketimbang orang seperti Amir Mahmud biarpun orang kampung Malintang sendiri tapi tidak amanah, tidak bisa menghargai, tidak menjaga atau memperbaiki madrasah di kampungnya sendiri. “Alangkah lebih baik, Pj Kades, BPD, Wali Murid, Dewan Guru dan masyarakat Malintang segera menggelar rapat untuk membentuk pengurus Yayasan baru yang sebelumnya tidak pernah ada, dan segera mengganti Amir Mahmud sebagai Kepala MTs GUPPI Malintang’ ungkap Nasution yang diiringi kata setuju dari sejumlah warga lain.

(Magrifatulloh).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Way Kanan Amankan Enam Orang Terduga Pelaku Penambangan Emas Ilegal
Putusan Hakim PTUN Dalam Sengketa, Merupakan Tindakan Faktual Pemerintah, Karena PMH Dapat Dieksekusi Tanpa Menunggu Putus Inkracht
Satgas MBG Madina Diduga Tertutup, Makanan Berulat Standar Keamanan Dapur Disorot 
Dari Benang Emas Hingga Harapan Baru, Asri Tapis Bawa Warisan Lampung Bersinar di Ajang Persit Bisa Dua
SATMA AMPI : Ditemukan Ulat di Dapur MBG Panggorengan Bukan Sekedar Kelalaian, Tapi Kejahatan Terhadap Penerima Manfaat 
Kades Mlirip Purwanto, Disinyalir Blokir WA Wartawan Terkait Perkara Pencabulan Anak di Bawah Umur
Binatama Cup II Kotak Siantar: OCM FC Keluar Sebagai Juara
Lampung Siap Jadi Kekuatan Pangan Nasional, Gubernur Libatkan ISPI Perkuat Sektor Peternakan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 15:33 WIB

Polres Way Kanan Amankan Enam Orang Terduga Pelaku Penambangan Emas Ilegal

Senin, 11 Mei 2026 - 15:20 WIB

Putusan Hakim PTUN Dalam Sengketa, Merupakan Tindakan Faktual Pemerintah, Karena PMH Dapat Dieksekusi Tanpa Menunggu Putus Inkracht

Senin, 11 Mei 2026 - 13:22 WIB

Indikasi Tidak Transparan, Mengelola Penggunaan Dana BOS MTs GUPPI Malintang Perlu Diaudit

Senin, 11 Mei 2026 - 13:11 WIB

Satgas MBG Madina Diduga Tertutup, Makanan Berulat Standar Keamanan Dapur Disorot 

Senin, 11 Mei 2026 - 11:51 WIB

Dari Benang Emas Hingga Harapan Baru, Asri Tapis Bawa Warisan Lampung Bersinar di Ajang Persit Bisa Dua

Berita Terbaru